Walikota Mojokerto tekankan, KWT dapat bersinergi dengan e-warung

gambar utama
Walikota membuka FGD diawali dengan lagu Indonesia raya-jen
Mojokerto-GEMA MEDIA : Strategi  pemasaran  hasil panen Kelompok Wanita Tani (KWT) dibahas dalam agenda Focus Group Discusion (FGD) oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) pada kamis, 24 Juni 2021.

FGD yang berlangsung di Pendopo Sabha kridatama Jl. Hayam Wuruk No. 50 Mojokerto ini dihadiri oleh Walikota Mojokerto dan Sekretaris Dinas Sosial , Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto.

Ning Ita panggilan akrab Walikota Mojokerto  menyampaikan, di Wilayah perkotaan memang sangat terbatas lahan pertanian yang memadai dibanding dengan wilayah pedesaan.  Namun berbagai upaya masih dapat dilakukan untuk memanfaatkan lahan pekarangan tersebut, salah satu contohnya adalah Melalui  Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L.

Walikota sampai di pendopo disambut Kadis KPP dan sekretaris DinsosP3A-jen


Ning Ita berharap, dari hasil panen KWT, dapat dikelola sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan gizi anggota dan keluarganya.  “ saya tahu produk-produk KWT sudah layak untuk dijual di supermarket  dan tidak mengecewakan” katanya.  Tinggal kedepan melalui strategi pemasaran yang harus dipikirkan supaya hasil panen berkelanjutan.  Oleh karena itu  KWT dapat bekerjasama dengan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) e-Warung. “Jangan sampai hanya panen sekali terus berhenti” .  Salah satu bukti KWT Kota Mojokerto ini berhasil, adanya soprt dana pendampingan  dari Kementerian.

Sementara itu menurut Susilowati Sekretaris Dinsos P3A, bahwa pada prinsipnya e-warung bisa bermitra dengan pihak manapun termasuk KWT atau P2L.  Namun hal yang harus menjadi pertimbangan adalah stok produk KWT misalnya sayur-sayuran dapat menyesuaikan dengan jadwal layanan e-warung.  Kemudian bahan-bahan yang dijual harganya tidak melebihi dari harga yang  telah ditentukan. Kualitas produk dapat dipertanggungjawabkan.

dari kanan : Ka-DKPP, Walikota dan Sekretaris Dinsos P3A-jen


Jumlah e-warung lanjutnya, tahun 2016 lalu sebanyak 6 (enam), tahun 2018 sebanyak 10  dan tahun ini ada tambahan 4 (empat) jadi jumlahnya 14 (empat belas). Oleh karen itu menurut  mantan Kabid Kesmas Dinkes ini,  setelah FGD ini akan ada tindak lanjut untuk membahas strateginya dengan mempertemukan para pihak, baik pengurus KWT maupun pengurus e-warung.  “ Dengan adanya kerjasama ini bisa saling menguntungkan  dan sama-sama mendukung program yang ada” tegas Susi.

R.Happy Dwi Prasetyo Kepala DKPP Kota Mojokerto menyampaikan, jumlah KWT di Kota Mojokerto berjalan dengan baik dan terus berkembang.  Heppy juga menginformasikn bahwa tahun 2021 ini DKPP kota Mojokerto menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengembangan P2L melalui KWT.

Melalui  FGD ini  dapat menyamakan persepsi  kepada KWT penerima bantuan DAK non fisik tahun 2021 kegiatan P2L,yang  dimulai dari budidaya sampai dengan paska panen. Besarnya DAK yang diterima tahun ini sebesar 440 juta yang diberikan kepada  8 KWT dan masin g-masin g menerima 55 juta rupiah.

P2L ini adalah untuk meningkatkan ketersediaan aksesibilitas pemanfaatan pangan keluarga. Peningkatan penyediaan pangan yang berorientasi  pasar. Pemenuhan b ahan  pangan keluarga yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA).   FGD kali ini diikuti oleh Camat dan Lurah serta perwakilan KWT se-Kota Mojokerto (an)

 

 

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: