Dr. Mu’arifin, M.Pd Wakil Rektor III Universitas Negeri Malang : Guru PJOK harus mampu meningkatkan Profesionalisme

gambar utama
Pembukaan bimtek guru PJOK di aula SDN Balongsari 6-dok
Mojokerto –GEMA MEDIA : Guru PJOK dan guru-guru pada umumnya haruslah mampu meningkatkan profesionalisme dalam kegiatan pembelajaran dengan cara memahami kurikulum dan sistem pembelajaran. Hal itu disampaikan oleh Dr.Mu’arifin,M. Pd, wakil Rektor III Uiversitas Negeri Malang, saat dikonfirmasi dalam kegiatan Bimtek bagi Guru PJOK SD se-kota Mojokerto.

Bimtek kali ini dimaksudkan untuk memahamkan kepada para guru terhadap kurikulum dalam kontek umum yang  sangat fleksibel yang dapat digunakan kapan pun walau terjadi perubahan.  Guru PJOK lanjutnya, dalam sistem pembelajaran sebaiknya menggunakan paradigma baru dengan 4 komponen, yaitu pertama fun, mengajar dengan cara menyenangkan, kedua busy, menyibukkan siswa dengan banyak bergerak, ketiga utuh,menjadikan sosok manusia yang utuh tidak hanya ototnya saja yang kuat akan tetapi juga otaknya , hatinya, sikapnya, keterampilannya, pengetahuannya, dan intelektualnya juga utuh. Keempat, modifikasi  dalam hal ini guru PJOK harus melakukan modifikasi, pembelajaran yang fleksibel sesuai kemampuan sekolahnya.  “Antara sekolah satu dengan yang lain berbeda, untuk itu guru PJOK harus melakukan modifikasi terhadap hal ini” terangnya.

para guru PJOK mengikuti Bimtek kurikulum-dok


Pada prinsipnya guru PJOK bukan hanya sekedar mengajar, sesungguhnya tugasnya sangat banyak lanjutnya. Dicontohkan, ketika mengajar ada masalah maka dapat dilakukan penelitian tindakan kelas, sehingga selain mengajar juga memecahkan masalah dengan melakukan penelitian dan tindakan kelas, tandasnya. “Mengajar, meneliti, dan PTK dapat dipublikasikan.

Wakil Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kota Mojokerto yang telah menfasilitasi para guru PJOK ini. Hal yang sangat penting yang dipesankan oleh beliau adalah guru harus dapat mengeksplorasi dirinya sendiri dan siswanya. Guru harus bisa mengoptimalisasi potensi siswa baik fisik, mental, moral, sosial, intelektual dan spiritual, dan semua potensi itu dapat dioptimalkan melalui gerak, yaitu PJOK.

simulasi RPP PJOK berbasis permainan tradisional-dok


Sementara itu Dr.Ludy Wisnhu Wardana,MM salah satu Moderator kegiatan tersebut menyampaikan bahwa, Bimtek kurikulum kali ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama sebelumnya. Kali ini sasarannya adalah guru PJOK yang perlu didukung profesionalismenya.  Bimtek kali ini berlangsung selama 4 (empat) hari mulai tanggal 14 s.d. 17 Juni 2021.  Metode pembelajaran secara luring yang bertempat di aula SDN Balongsari 6, Jln. Empunala dan sistem daring (Online – Zoom) langsung dari Universitas Negeri Malang.

Adapun materi Bimteks meliputi profesionalitas guru PJOK  pada revolusi industri 4.0 dan materi pemodelan/simulasi RPP PJOK berbasis permainan tradisional, serta praktiknya oleh  Dr. Ari Wibowo Kurniawan,M. Pd. dan Dr.Mu’arifin,M.Pd . Sedangkan evaluasi dalam pembelajaran PJOK disampaikan langsung oleh Prof.M.E.Winarno,M.Pd beliau adalah guru besar bidang evaluasi pendidikan, jasmani dan olahraga pada Universitas Negeri Malang.(an)

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: