Ning Ita saat menyaksikan Tagana memask nasik dalam jumlah kapasitas besar - jen
Mojokerto - GEMA MEDIA : Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita, memimpin apel pembukaan pelatihan dan simulasi kesiapsiagaan bencana bagi relawan Kota Mojokerto. apel yang diikuti 50 relawan tersebut bertempat di samping jembatan rejoto sungai ngotok Kecamatan Prajurit kulon, pada Selasa (8/6).
Peserta pelatihan yang terdiri dari anggota satlak (Satuan Pelaksana) penanggulangan bencana satpol-pp, satlak Dpu-prkp, satlak Dlh, satlak Dinsos/Tagana, Satlinmas Kelurahan, relawan pramuka, serta relawan dari berbagai Ormas tersebut mendapatkan materi dari BPBD Provinsi Jawa Timur sebagai Narasumber.
Pada kesempatan tersebut Wali Kota Ning Ita mengajak para relawan untuk ikut bersinergi dengan Pemerintah kota Mojokerto dalam menanggulangi bencana non – alam yang sedang terjadi saat ini yakni pandemi covid – 19.
Ning Ita memimpin apel kesiapsiagaan bencana alam-jen
“Kita memiliki tugas dan kewajiban bersama – sama bagaimana menanggulangi dampak dari bencana non - alam ini, salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah secara nasional adalah menciptakan herd immunity atau imunitas secara masal”. Tuturnya.
Meskipun ranking capaian vaksinasi di Kota Mojokerto bisa dikatakan baik, namun menurut Ning Ita masih ada 11 ribu dosis vaksin yang ditargetkan oleh Kementerian Kesehatan RI harus dihabiskan pada bulan juni ini.
perahu salah satu sarpras untuk antisipasi terjadinya bencana-dok
“Nah inilah diperlukan peran serta para relawan, potensi relawan disini bersinergi dengan pemerintah dalam kondisi bencana non – alam ini. Untuk mengajak, mensosialisasikan, mengedukasi masyarakat agar mereka mau datang divaksin dalam rangka mewujudkan Herd Immunity tersebut” jelasnya.
Lebih lanjut menurutnya berdasarkan informasi BMKG, di perairan selatan Jawa Timur ada potensi terjadi gempa dengan skala 7 hingga 8 SR, dan potensi tsunami dengan ketinggian 26 hingga 29 meter yang harus diwaspadai.
“Berdasarkan hal tersebut, maka kita juga perlu waspadai bersama, bisa jadi dampak dari bencana alam tersebut juga sampai di Kota Mojokerto, sehingga masyarakat perlu diberikan pemahaman melalui ketrampilan terkait kesiapsiagaan bencana seperti ini bagi para relawan untuk meningkatkan kapasitas mereka” pungkasnya. (dit/an)