Sosialisasi kesiapsiagaan terhadap bencana alam-jen
Mojokerto – Gema Media ; Kota Mojokerto yang memiliki topografi dengan kontur cekungan, membuat Kota ini rawan akan terjadinya genangan air. Hal tersebut membuat Pemerintah Kota Mojokerto terus memberikan sosialisasi baik bagi masyarakat maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memahami lebih dini tugas dan tanggung jawab terkait kemungkinan potensi – potensi bencana sekaligus mitigasi terhadap resiko dari bencana tersebut.
Seperti hal nya sosialisasi kesiapsiagaan bencana yang dibuka langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, di Ruang Nusantara Kantor Balai Kota Mojokerto. Rabu (2/6).
Sosialisasi yang digelar selama dua hari tersebut menghadirkan Narasumber Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Jawa Timur, Dr. Andy Usmina Wijaya selaku Koordinator Bidang Hukum dan Kelembagaan.
Kegiatan Sosialisasi ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Pemkot Mojokerto dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana sejak dini.
pimpinan OPD Kota Mojokerto mengikuti sosialisasi tanggap bnecana alam-jen
“Karena Kota kita ini secara topografi memiliki kontur wilayah cekungan. Sehingga seringkali mengakibatkan terjadinya genangan saat hujan deras. Oleh karena itu penanggulangan bencana banjir ini sudah tertuang dalam salah satu skala prioritas RPJMD Kota Mojokerto tahun 2019 – 2023 yang semakin tahun terus menampakan dampak positif dalam penanganan nya” terang Ning Ita sapaan akrab Wali Kota.
Ia berharap, peserta sosialisasi yang terdiri dari Kepala OPD, serta Camat dan Lurah Se-kota Mojokerto tersebut dapat memberikan sosialisasi secara masif kepada masyarakat sekitarnya, bagaimana teknik penanggulangan ketika kemungkinan terjadinya bencana.
Kasatpol PP - saat menyampaikan laporan kegiatan-jen
“Kita sudah memiliki satu kampung tangguh bencana, yang secara topografi paling rendah dari kelurahan – kelurahan lain, namun kami berharap nantinya kampung tangguh bencana ini juga akan terbentuk di seluruh kelurahan yang ada di Kota Mojokerto” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengajak seluruh stake holder bersinergi memperkuat kegotong - royongan baik dalam pengantisipasian potensi terjadinya bencana maupun dalam rangka mengurangi resiko apabila terjadinya bencana di Kota Mojokerto
“Pemangku kepentingan harus lebih komperhensif dibandingkan masyarakat, harus lebih faham, lebih responsif ketika kemungkinan terjadinya bencana itu terjadi” pungkasnya.
Sementara itu Heriyana Dodik Kepala Satpol PP selaku pelaksana Kegiatan menambahkan, sosialisasi ini dilakukan semata – mata untuk mengajak seluruh stake holder berkomitmen terhadap pengelolaan resiko bencana dan masyarakat yang siap menghadapi bencana di Kota Mojokerto. (dit)