Evaluasi PPKM - Mikro Jawa Timur, Antisipasi lonjakan covid-19

gambar utama
Walikota dan Forkopimda saat virtual mengikuti evaluasi ppkm mikro Jatim-jen
Mojokerto-GEMA MEDIA : Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Timur menggelar rapat evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)-Mikro, pada Jumat 30/4/2021.

Evaluasi secara virtual tersebut diikuti oleh Wakapolda Jawa Timur, Kasdam Kodam V Brawijaya, Sekda Provinsi Jawa Timur, Kapolres, Bupati/Walikota,Dandim, dan Danramil, Dinas Kesehatan se-Jawa Timur

Diawali sambutan dari Dr.Joni Wahyuhadi dr.Sp BS (K,) direktur RSUD dr.sutomo selaku ketua gugus tugas kuratif covid-19 yang menyampaikan bahwa, bulan Januari sd. Maret 2021, kasus terkonfirmasi covid-19 di Jawa Timur mengalami penurunan. Namun awal bulan April ini ada tren sedikit naik.  Oleh karena itu harus diantisipasi jangan sampai  angka covid-19 melambung lagi.

 

Pengalaman di Negara India kata dr. Joni, awalnya kasus terkonfirmasi trendnya terus menurun, karena merasa berhasil lepas protokol kesehatan dan vaksinasi juga sudah dilaksanakan. Akhirnya terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi yang signifikan.

“terjadinya peningkatan kasus terkonfirmasi di India karena longgarnya protokol kesehatan dan ada varian baru “ kata dr. Joni.

Walaupun Indonesia protocol kesehatan tidak menurun, namun masih perlu upaya-upaya yang lebih keras lagi. Diataranya PPKM - Mikro yang diperpanjang tahap 5 ini lebih serius lagi. Jika terdapat kelonggaran prokes  di masyarakat maka perlu upaya untuk mencegahnya.

“PPKM-Mikro yang dilakukan di Indonesia sama dengan yang dilakukan di Negara India namanya lock down mikro”katanya.

Satgas gugus tugas covid-19


Pada kesempatan tersebut, beberapa daerah yang masih berpotensi ada peningkatan diberikan kesempatan untuk menyampaikan paparan terkait kondisi covid-19 dan juga perkembangan penggunaan dana desa. Diantaranya Kab.Madiun, Kab. Ponorogo, Kab.Banyuwangi, Kab.Bojonegoro,Kota Batu, Kab.Tuban, Kabupaten Magetan, Kab. Pasuruan, Kab.Ngawi, Kab.Tulungagung serta Kab.Mojokerto.

Setelah memperhatikan penjelasan dari berbagai daerah tersebut Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Djahjono menyampaikan, dengan adanya klaster-klaster baru  Ia berharap kepada Bupati/walikota  bersama jajaran Forkopimda dapat mengantisipasi  dan PPKM Mikro  lebih diperkuat lagi. Kepada kepala Desa, kalau ada penduduk datang agar diseleksi.

Wakapolda Jawa Timur Brigjen pol Slamet Hadi Supraptoyo menyampaikan, strategi dalam pengendalian covid-19 menjelang hari raya Idul Fitri yakni dengan adanya penyekatan-penyekatan titik perbatasan antar provinsi diantaranya Tuban, Bojonegoro,Ngawi,Magetan, pacitan.

Kemudian optimalisasi PPKM-Mikro sesuai Instruksi Mendagri No. 9 tahun 2021 tentang perpanjang PPKM-Mikro tahap 5.

Bertempat di Ruang Galeri, Walikota Mojokerto Ika puspitasari mengikuti rapat evaluasi tersebut secara virtual, berserta jajaran Forkopimda yang hadir perwakilan Dandim dan Polresta serta Satgas Covid-19 Kota Mojokerto. Menurut tim evaluasi, Kota Mojokerto dinilai berhasil menekan angka covid-19.(an)

 

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: