Tujuh pesan Wapres bagi penyelenggara Pemerintah Daerah pada Hari OTODA XXV Tahun 2021

gambar utama
Wakil presiden saat memberikan sambutan secara virtual ada hari Otoda -jen
Mojokerto – GEMA MEDIA ; Wakil Walikota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mojokerto menghadiri peringatan Hari Otonomi Daerah (OTODA) XXV Tahun 2021 di Pendopo Rumah Rakyat Jl. Hayam Wuruk No. 50 Kota Mojokerto, Senin (26/4/2021). Peringatan Hari OTODA yang digelar secara virtual tahun ini mengangkat tema ‘Bangun Semangat Kerja dan Tingkatkan Gotong Royong di Masa Pandemi Covid – 19 Untuk Masyarakat Sehat, Ekonomi Daerah Bangkit dan Indonesia Maju’.

Wakil Walikota, Sekdakot dan Jajaran forkoimda-jen


Acara yang dibuka oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin secara virtual tersebut diikuti oleh seluruh Gubernur, Walikota/ Bupati se- Indonesia. Adapun tujuh poin yang ditegaskan Ma’ruf Amin dalam kesempatan tersebut, diantaranya yang pertama ; perlunya merubah paradikma pemerintahan dan pembangunan yang masih berorientasi pada basis rutinitas menjadi berbasis inovasi dan teknologi informasi, kedua ; pentingnya sinergitas dan koordinasi pemerintahan secara kolaboratif baik antar daerah, antar pusat dengan daerah, maupun antar pemerintah dengan swasta dan kapitalisasi modal sosial secara gotong royong,  ketiga ; pemetaan masalah dan kapasitas daerah berbasis data sebagai dasar pembuatan kebijakan, keempat ; penguatan otonomi daerah melalui sinergi antara binwas Kemendagri dengan binwas teknis oleh kementrian sektoral dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Wakil presiden saat memberikan sambutan secara virtual ada hari Otoda -jen


Sementara poin kelima ; terkait perbaikan pola penyelenggaraan pemerintahan daerah kearah yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan korektif secara sinergi antara pemerintah dan DPRD. Keenam ; adalah pelaksanaan reformasi birokrasi yang menyeluruh pada setiap OPD sebagai unsur pelaksana kebijakan perlu adanya review agar inovatif, efektif dan efisien secara professional, transparan dan akuntabel, serta yang ke tujuh ; adalah konsisten dalam implementasi deregulasi kebijakan agar tidak bertentangan dengan peraturan perundang – undangan yang lebih tinggi tingkatannya.

 

Menurut Wapres, Hari OTODA saat ini menjadi momentum yang tepat bagi Pemerintah Daerah untuk memahami dinamika dan tantangan yang dihadapi dimasa yang akan datang, terkait kebijakan Otonomi Daerah yang dimaknai sebagai mekanisme penyelenggaraan Pemerintah dengan memindahkan keputusan dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah disertai pemberian kewenangan khusus, untuk mengurus dan mengatur urusan-urusan tertentu secara mandiri.

 

“Untuk menciptakan otonomi daerah yang berkualitas membutuhkan kepemimpinan yang adaptif, pemimpin yang mampu menghadapi berbagai situasi, cepat dan tepat dalam bertindak dan berorientasi pada pemecahan masalah yang ada” ucap Wapres didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

 

Lebih lanjut menurutnya, Sektor pembangunan ekonomi yang ada di daerah, menjadi peran kunci sebagai penentu peningkatan kuantitas dan kualitas layanan pemerintahan, dimana menurut Wapres semakin tinggi capaian kinerja daerah dalam capaian urusan pemerintahan konkuren, maka akan semakin baik pula kinerja penyelenggaraan Pemerintah Daerah yang selanjutkan akan berkontribusi pada capaian peningkatan indeks – indeks pembangunan masyarakatnya.

 

“Terahir, saya minta seluruh jajaran Pemda sebagai ujung tombak pemerintahan agar selalu menjadi contoh dan pelopor baik dalam berinovasi pelayan publik maupun dalam menegakkan protokol kesehatan serta mensuksekan program vaksinasi diseluruh daerah” pungkas nya. (dit/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: