Walikota Mojokerto sersama OPD saat Musrenbang Kecamatan Kranggan-an
MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Salah satu misi pembangunan adalah menghadirkan partisipasi masyarakat secara langsung. Hal ini dikandung maksud apa yang menjadi keinginan Pemerintah sesuai dengan yang diharapkan masyarakat demikian sebaliknya. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) adalah salah satu media interaktif yang dilaksanakan oleh Pemerintah dalam menentukan skala prioritas pembangunan yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran Pemerintah Kota Mojokerto. Hal itu dikatakan Walikota Mojokerto Ika Puspitasari saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Kranggan, rabu 17/2/2021.
Diskusi kelompok bahas usulan tingkat Kecamatan-an
Selain itu tujuan Musrenbang kata Ning Ita sapaan Walikota Mojokerto, adalah untuk menggali aspirasi masyarakat. Pada forum diskusi ini Ning Ita memastikan bahwa, pengendalian banjir masih menjadi program prioritas yang berkelanjutan utamanya pada drainase. “Kita bersyukur sampai saat ini Kota Mojokerto tidak terjadi banjir seperti halnya daerah tetangga yang tertimpa banjir” katanya.
Selain itu peningkatan bidang ekonomi kerakyatan dan pariwisata menjadi prioritas pembangunan tahun 2022, tutur Ning Ita.
Agung Moeljono S, SH,MH Kepala BAPPEDALITBANG Kota Mojokerto menambahkan, dari beberapa usulan yang dibahas kali ini merupakan tahapan lanjutan karena sebelumnya sudah dilaksanakan Musrenbang tingkat Kelurahan, pra-musrenbang tingkat Kecamatan dan Musrenbang kali ini. Dari sejumlah usulan terdiri dari Kelurahan Jagalan 13 usulan. Kelurahan Kranggan 23, Kelurahan Meri 28 usulan, Kelurahan Miji 51 usulan , Kelurahan Purwotengah 12 usulan ,dan Kelurahan Sentanan 16 usulan, yang ini diselaraskan RPJM dengan dan tema tahunan. Untuk selanjutnya diangkat pada Musrenbang tingkat Kota yang rencananya akhir Maret , terangnya.
Para peserta Musrenbang delegasi Kelurahan-an
Rachmi Widjajati, S.Sos,MM Camat Kranggan menyampaikan, dalam musrenbang tingkat Kecamatan Kranggan ini terdapat 143 usulan dari 6 Kelurahan. Dari jumlah usulan tersebut setelah dikaji dan didiskusikan oleh delegasi Kelurahan dan Pembina OPD menjadi 110 usulan terdiri dari bidang fisik 83 usulan, ekonomi 18 usulan dan sosial budaya sebanyak 9 usulan. Jumlah tersebut sesuai kesepakatan dan pemufakatan sesuai tema “ Penguatan Sumber Daya Manusia dan Penyediaan Insfrastruktur untuk mendukung Investasi dan Pemerataan Pembangunan yang berorientasi pada Pendapatan Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat".
Musrenbang yang dihadiri Bapedalitbang, Dinas PUPRPRKP, Sub Sektor Kecamatan Kranggan, PKK,LPM, tokoh masyarakat. Diskusi terbagi menjadi 3 kelompok yakni bidang Fisik dipimpin oleh Sekretaris Kecamatan Kranggan dengan OPD pendamping BAPPEDALITBANG, DLH dan DPUPRPERAKIM, Bidang Sosial Budaya dipimpin oleh Kasi. Pemberdayaan Masyarakat dengan OPD pendamping DISDIKBUD, DISHUB, BAPPEDALITBANG, DINSOSP3A, DISPORAPAR, sedangkan bidang Ekonomi dipimpin oleh Kasi Perekonomian, Fisik dan Praswil dengan OPD pendamping DISKOPUKMPERINDAG, DPMPTSPNAKER, dan DKPP.
Pada akhir musyawarah ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh 6 delegasi Kelurahan yang akan menjadi delegasi Kecamatan untuk mengikuti Musrenbang tingkat Kota. (an)