Gubernur Jatim beserta rombongan dan Walikota Mojokerto beserta tim meninjau langsung kondisi Sungai Telusur yang tanggulnya ambrol-jen
MOJOKERTO -GEMA MEDIA: Usai melaksanakan kunjungan kerja dan meresmikan Klinik Vaksinasi Di RSUD Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Walikota Mojokerto Ika Puspitasari, Perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) Jawa Timur, Kepala Dinas PUPRPRKP Mashudi, Tagana Kota Mojokerto, meninjau lokasi tanggul ambrol sungai Telusur di Lingkungan Miji, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Senin, (1/2).
Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto menjelaskan bahwa ada 6 titik lokasi tanggul ambrol akibat intensitas curah hujan lebat beberapa minggu terakhir, dan menyebabkan terkikisnya bantaran sungai yang mengakibatkan ambrolnya tanggul.
kondisi riil tanggul ambrol Sungai Telusur Kelurahan Miji Kota Mojokerto-jen
“Enam titik itu antara lain tiga di Sungai Sadar, dua di Sungai Brangkal, dan satu di Sungai Tengkorak,” paparnya. Lebih lanjut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BBWS Provinsi Jawa Timur. Dimana tiga tanggul yang di bawah naungan BBWS akan mendapatkan Revitalisasi di tahun ini.
“Tiga tanggul sungai sadar yang ambrol tahun ini akan revitasisasi dari BBWS karena selesei Normalisasi beberapa waktu lalu, untuk yang tiga tanggul saya sudah melaporkan kepada mendapatkan atensi ibu Gubernur dan nanti akan berkoordinasi dengan Kementrian PUPR untuk segera di tindak lanjuti,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, Petinggi Pemkot Mojokerto itu juga mengatakan bahwa ambrolnya tanggul ini berpotensi bencana dengan melubernya luapan sungai ke pemukiman warga.
sedang berdiskusi Gubernur Jatim dan Walikota Mojokerto setelah mengamati tanggul yang ambrol sungai Telusur-jen
“Antisipasi ambrolnya tanggul ini sudah di respon sama BBWS dengan menyediakan sak yang berisi pasir dan gronjong biar bisa menahan air supaya tidak memperparah ambrolnya tangkis melihat sungai-sungai ini melintas di pemukiman padat,” tegasnya.
Ning Ita juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada ketika hujan deras terjadi di Kota Mojokerto, karena letak geografis Kota Mojokerto berbentuk Cekung dan berpotensi banjir ketika terjadi hujan lebat.
“Untuk banjir yang terjadi di Kota Mojokerto kita sudah menyiapkan pompa pompa air agar tidak terjadi genangan dan Pemkot Mojokerto juga melalui Dinas PUPR untuk melakukan pengecekan juga normalisasi semua gorong-gorong yang ada,” pungkasnya. (jen/an)