Walikota Mojokerto didampingi jajaran Forkopimda dan pimpinan OPD saat launching vaksinasi yang pertama-jen
MOJOKERTO - (GEMA MEDIA) - Pencanangan Vaksinasi Covid-19 dilakukan Kota Mojokerto hari ini, Kamis (28/1) bertempat di aula RSUD Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Pelaksanaan vaksinasi covid-19 serentak ini dilaksanakan juga di 23 fasilitas Kesehatan lainnya yang ada di Kota Mojokerto yang terdiri dari Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, dan tempat praktek Dokter pribadi.
Bersama Ibu Ketua Tim Penggerak PKK, Kasat Pol PP dan beberapa perwakilan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kesehatan, media dan influencer, Dandim 0815 Mojokerto, Koloner Infantri Dwi Mawan Sutanto merupakan penerima vaksin covid-19 pertama di Kota Mojokerto. Dan pada acara tersebut hadir pula Walikota Mojokerto, Wakil Walikota Mojokerto, Kapolresta Mojokerto, Perwakilan Kejaksaan Negri Kota Mojokerto dan Sekretaris Daerah.
Dandim 0815 saat disuntik vaksin covid -19 yang pertama-jen
“Pada vaksinasi covid-19 tahap pertama ini, vaksin dikirimkan secara bertahap ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto dari Provinsi Jawa Timur sebanyak 1000 vaksin pada hari Senin, (25/1) lalu, dari total kebutuhan kita yaitu 3352 vaksin” ungkapnya.
Pada pencanangan vaksinasi covid-19 di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, Ning Ita mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mensukseskan Program Pemerintah ini, sehingga dapat segera memutus mata rantai covid-19. Beliau juga terus menghimbau kepada masyarakat untuk terus displin dalam melaksanakan prokes menerapkan 5M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dengan sabun menggunakan air mengalir, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas dan iinteraksi) dikehidupan sehari-hari dan dimanapun berada.
Kasatpol PP menunjukkan kartu vaksin setelah disuntik-jen
Selain vaksinasi covid-19 serentak Ning Ita juga mengumumkan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Mojokerto akan berakhir hari ini (28/1) dan tidak akan di perpanjang atau pemberlakuan PPKM Tahap 2.
“Ada 4 indikator yang kita jadikan patokan untuk tidak perpanjang PPKM yaitu Menurunnya angka pasien yang berstatus Konfirm positif Covid, menurunnya angka status meninggal akibat covid, banyaknya pasien sembuh, dan turunnya status Kota Mojokerto menjadi orange,” pungkasnya.