Vaksin Sinovac yang sudah didistribusikan ke Fayankes-nob
MOJOKERTO – GEMA MEDIA : Pelaksanaan vaksinasi Covid 19 tahap pertama di Kota Mojokerto dipastikan akan dilaksanakan pada Kamis 28 Januari 2021. Bertempat di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Jl Surodinawan No. 55 Kota Mojokerto, sasaran penerima vaksin tahap pertama ini adalah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang sebelumnya telah menjalani skrining guna memastikan kondisi kesehatan dinyatakan layak untuk menerima vaksin Covid 19.
Selain Forkopimda, sejumlah Tokoh Masyarakat tenaga kesehatan serta Influencer dan sejumlah Wartawan juga akan ikut serta menerima vaksin pada tahap pertama ini. Diharapkan, para Tokoh masyarakat hingga Influencer yang usai menerima vaksin, mampu mengajak serta meyakinkan masyarakat untuk tidak ragu menerima Vaksin Covid 19 yang sudah disediakan secara gratis oleh Pemerintah.
Vaksin Sinovac didistribusikan ke beberapa Rumah sakit dan Puskesmas sebagai tempat Fayankes-jen
Rencana semula sebanyak 23 Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes), berhubung Fayankes Puskemas Kranggan sementara tutup maka, untuk tahap pertama ini dilaksanakan di 22 Fayankes yang ada di Kota Mojokerto. Semua menyatakan siap melaksanakan Vaksinasi Covid 19, setelah sebelumnya sudah dilakukan supervisi secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kota Mojokerto.
Sebelumnya Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Kesehatan pada Senin, 25 Janauari lalu telah menerima 1.000 vaksin Sinovac yang saat ini telah didistribusikan pada 23 Fasyankes yang tersebar di Kota Mojokerto.
Pemerintah Kota Mojokerto sendiri telah melakukan sejumlah persiapan meliputi pengecekan ruang vaksinasi pada setiap Fasyankes, fasilitas yang digunakan, hingga persiapan jika nantinya terjadi kejadian medis yang tidak diinginkan terjadi setelah pemberian imunisasi atau KIPI.
Vaksin Sinovac covid-19 saat datang dari Jawa Timu senin kemarinr-jen
Selain sejumlah persiapan tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto juga telah melakukan sosialisasi, hingga simulasi pelaksanaan vaksinasi Covid 19 sejak awal januari lalu. Mulai dari sosialisasi secara langsung hingga menggunakan media sosial, guna memberikan edukasi kepada masyarakat, agar pada saat pelaksanaan vaksinasi nanti masyarakat yang menjadi sasaran vaksin tidak ada penolakan serta merasa aman.
Senada dengan hal tersebut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) Penny K Lukito juga telah mengatakan, bahwa vaksin Sinovac yang telah diuji coba tahap ketiga di Bandung ini, telah memenuhi standar keamanan yang disyaratkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sehingga masyarakat tidak perlu ragu dan takut menerima vaksin Sinovac tersebut. (dit/an)