DINAS KESEHATAN PASTIKAN SELURUH NAKES PENERIMA VAKSIN COVID-19 SEGERA MENDAPATKAN E-TIKET VAKSINASI

gambar utama
Walikota Mojokerto saat berkunjung ke Dinkes melakukan pengecekan persiapan pencanangan vaksinasi covid-19-jen
MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Setelah Vaksin Covid-19 telah diterima kemarin Senin, 25 Januari 2021. Pemerintah Kota Mojokerto menjadwalkan Pencangan Vaksinasi Covid pada Kamis, 28 Januari 2020 di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Mojokerto bersama RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo dan faskesmas yang ditunjuk untuk pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Namun tidak bisa dipungkiri masih ada beberapa hal yang perlu segera diselesaikan, misalnya adanya beberapa Tenaga Kesehatan yang belum medapatkan e-tiket. Pernyataan itu disampaikan oleh dr. Farida Mariana Kabid.Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Mojokerto saat rapat koordinasi teknis dalam rangka menyusun strategi percepatan pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Kota Mojokerto.

Seperti diberitakan sebelumnya jumlah sasaran tahap pertama vaksinasi covid-19 di Kota Mojokerto sebanyak 3.352 orang, sementara yang sudah dapat e-tiket sebanyak 2.639, sisanya 713 orang ini harus diselesaikan minimal satu hari sebelum pelaksanaan vaksin.

Dijelaskan oleh dr. Farida bahwa, Penyuntikan vaksin dilaksanakan 2 X kepada setiap penerima vaksin. Jarak antara suntikan pertama dan kedua selama 14 hari, oleh karena itu tahap pertama ini harus segera tuntas, karena februari sudah nyambung pada jadwal tahap kedua.

drg.Maria Poeriani Soekowardani, M.Si Plt. Kadinkes Kota Mojokerto-an


Rakoor teknis yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kota Mojokerto ini dipimpin oleh Plt.Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto drg.Maria Poeriani Soekowardani, M.Si  diikuti oleh fasilitas kesehatan (Faskes) vaksinator se-kota Mojokerto, selasa 26/1/2021.

dr.Farida Mariana Kabid P2P Dinkes Kota Mojokerto-an


Menurut dokter Dani panggilan akrab Plt. Kadinkes ini, tujuan dalam rapat kali ini adalah untuk singkronisasi dalam rangka percepatan pelaksanaan vaksinasi di Kota Mojokerto. Dari 1.000 dosis vaksin yang diterima Kota Mojokerto diharapkan dapat  terealisasikan pada sejumlah faskes yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Mojokerto.

Ia minta, seluruh Nakes wajib mengikuti vaksinasi yang perdana ini untuk mendapatkan kekebalan secara kelompok dan  juga sebagai contoh bagi masyarakat. Vaksinasi tahap pertama ini harus segera terselesaikan, karena awal bulan februari sudah memasuki tahap kedua.

rapat teknis bersama vaksinator faskes sekota mojokerto-an


 

“Dengan sasaran penerima vaksin 10 orang tokoh (VVIP) yang sudah mengikuti screening dan seluruh tenaga kesehatan di Kota Mojokerto dalam Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK). Mulai dari manajemen, para dokter, tenaga kesehatan, bagian administrasi, tenaga honorer baik bagian administrasi maupun tenaga clining service” terangnya.

Berdasarkan hasil evaluasi di Jawa Timur lanjut dokter gigi ini, tahap pertama yang sudah terealisasi di Kota Surabaya, Gresik dan Sidoarjo baru mencapai 30 %..

Tekait  penderita   Komorbid dan TBC dijelaskan oleh dr. Triastuti Sri Prastini, Sp.A bahwa, apabila di fakses ditemukan calon penerima vaksin Komorbid , harus segera berkoordinasi dengan Rumah Sakit terdekat. “Jadi pelaksanaan vaksinasi bagi penderita Komorbid harus di Rumah Sakit” katanya.  Sementara pederita TBC harus di RSUD dr.Wahidin Sudiro Husodo.  Untuk ini petugas vaksinator harap mengisi formnya sesuai tanda-tanda atau gejala yang ada tidak perlu ditulis TBC, karena harus diobservasi dulu di Rumah Sakit Umum Daerah.

Untuk memastikan persiapan vaksinasi tahap pertama ini lancar dan sukses serta sesuai dengan target nasional, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari pagi hari sebelum rapat digelar sudah melakukan pengecekan di Dinas Kesehatan Kota Mojokerto terkait segala sesuatu yang berhubungan dengan vaksinasi, baik logistic, APD dan juga Fakses serta data-data penunjang.

Hadir pula dalam rakoor teknis ini, dr. Indro Guwono, Sp.PD, dr Kartika Widyastuti dari BPJS, dr. Citra Mayangsari, (an/nob)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: