KOTA MOJOKERTO TERIMA ‘HARMONY AWARD’ DARI KEMENAG RI

gambar utama
Mewakili Walikota Mojokerto Moch.Imron, S.Sos,MM Kepala Bakesbangpol menerima Harmony Award dari Kemenag RI untuk Kota Mojokerto-dok
MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Kota Mojokerto menjadi salah satu Daerah penerima ‘Harmony Award’ dari Kementerian Agama Republik Indonesia (KEMENAG RI). Penerimaan Harmony Award tersebut diberikan bertepatan dengan Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke 75 KEMENAG RI,   Selasa (5/1/2021).

Penghargaan untuk Kota Mojokerto diterima langsung oleh Moch. Imron, S.Sos, MM Kepala Bakesbangpol Kota Mojokerto di Kantor Kementerian Agama RI, Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta Pusat, mewakili Walikota Mojokerto.

“ sesuai undangan dari Kemenag RI Nomor : B-5854/SJ/B.VII.01/BA.02/12/2020, tanggal 30 Desember 2020, saya ditugaskan oleh Ibu Walikota untuk menerima penghargaan Harmony Award untuk Kota Mojokerto” kata mantan Kepala DPM-PTSP.

Harmony Award untuk Kota Mojokerto - dok


Sebanyak 30 Anugerah Harmony Award tersebut diberikan kepada 15 Pemerintah Provinsi, Kabupaten/ Kota dan 15 Forum Kerukunanan Umat Beragama (FKUB) se-Indonesia sebagai apresiasi atas terwujudnya kerukunan umat beragama di Indonesia.

Menurut Gus Yaqut sapaan akrab Menteri Agama tersebut menuturkan bahwa toleransi dan kerukunan tidak akan tercipta hanya dari satu pihak saja, sedangkan pihak lain berpegang pada hak- hak nya sendiri.

“toleransi dan kerukunan tidak akan tercipta hanya dari satu pihak saja, sedangkan pihak lain berpegang pada hak- hak nya sendiri. Dewasa ini kita mengembangkan moderasi beragama agar toleransi dan kerukunan yang sudah ada lebih mengakar dalam kehidupan sehari-hari bangsa kita”. Tutur Gus Yaqut.

Dalam kesempatan tersebut Gus Yaqut juga menegaskan bahwa Negara Indonesia adalah Negara Pancasila, yang merupakan ideologi pemersatu, yang merangkum nilai – nilai Keindonesiaan yang didalamnya tidak boleh ada diktator mayoritas atau tirani minoritas.

“Di Negara yang berdasarkan pancasila ini tidak ada diktator mayoritas atau tirani minoritas, dalam kaitan itu semua umat beragama dituntut untuk saling menghormati hak dan kewajiban masing – masing. Setiap hak seseorang dibatasi oleh hak – hak orang lain. Pancasila merupakan ideologi pemersatu yang merangkum nilai – nilai keindonesiaan tersebut.” Tegas Gus Yaqut.

Dalam kesempatan tersebut, selain memberikan penghargaan Harmony Award, KEMENAG juga memberikan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) KEMENAG, Penghargaan Pusat Bimbingan dan Pendidikan Konghucu, serta Penghargaan guru inspiratif. (dit/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: