PD.AISYIYAH KOTA MOJOKERTO GELAR SEMINAR PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DAN DELARASI AISYIYAH TETAP BERMASKER

gambar utama
Walikota menyerahkan bantuan masker kepada ketua PD.Aisyiyah Kota Mojokerto didampingi PWA jatim dan PDM Kota Mojokerto-an
MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Aisyiyah sebagai organisasi Perempuan Muslim yang peduli terhadap isu-isu sosial dan keagamaan, terus berinovasi dalam mendukung program pemerintah. Aisyiyah memiliki berbagai amal usaha ,salah satunya adalah bidang pendidikan,  Sekolah Luar Biasa (SLB) mulai tingkat PAUD,TK,SD, SMP dan SMA yang penuh dengan prestasi. Pada era pandemi kali ini, PD.Aisyiyah Kota Mojokerto menggelar seminar pendidikan karakter anak sekaligus mendeklarasikan Aisyiyah tetap bermasker. Demikian disampaikan oleh Sudarmi ketua PD. Aisyiyah Kota Mojokertosaat pembukaan seminar yang berlangsung di Hotel R.Wijaya pada sabtu, 28/11/2020.

“Pendidikan karakter tidak lepas dari Iman, Ilmu dan Amal yang merupakan dasar pembelajaran mulai dari uia PAUD. Iman akan kokoh apabila disertai dengan ilmu pengetahuan sehingga dapat dilaksanakan sesuai amal perbuatannya” terangnya.

penandatanganan Naskah Deklarasi oleh PDM, Walikota dan PDA Kota Mojokerto-an


Hal senada juga disampaikan oleh Pimpinan Daerah Muhamadiyah Drs. H.Abdul Latif  Zaki,M.Pd  dalam bahasa guyonannya Ia mengatakan, belajar secara daring, menjadi kering dan yang terjadi adalah uring-uringan antara anak dan orangtua. Oleh karena itu Ia berharap agar pandemi ini disikapi dengan positif saja. “ini adalah ujian dari Allah, agar kualitas Iman kita lebih meningkat. Jangan sampai terjadi geb generasi atau lost generation” pesannya. Pada kondisi pandemi Aisyiyah terus berbuat sebagai amalan kepada umat.  Salah satunya ada proyek pembangunan gedung yang difungsikan untuk rumah sehat Aisyiyah  yang belum selesai baru mencapai 70 %. Itupun semua dibangun atas uang saku masyarakat. Ada filosofi yang dipegang Aisyiyah, “ditelapakmu terbentang surga, ditanganmu nasib bangsa” terangnya.

dari kiri Moderator dan Narasumber-an


Sementara itu Walikota Mojokerto Ika Puspitasari hadir membuka seminar ini menyampaikan apresiasinya kepada PD. Aisyiyah Kota Mojokerto atas segala kegiatannya yang dilaksanakan sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah secara nasional.

Menyinggung masalah pendidikan karakter, kata Ning Ita panggilan akrab Walikota, merupakan uswatun khasanah yang seharusnya disampaikan secara langsung karena memerlukan contoh tindakan dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dilihat oleh anak-anak. Namun demikian karena kondisi pandemi covid-19, selama ini belajar masih dilakukan secara daring. “kami harus menyeimbangkan antara kepentingan dua hal tersebut, antara pendidikan karakter dengan upaya pencegahan covid-19” kata Ning Ita.

Foto bersama Walikota Mojokerto dan pengurus PD Aisyiyah-an


Oleh kareana itu, selaku pemangku kebijakan kapan regulasi itu ada kelonggaran dan kapan ada pengetatan. Agar kedua kepentingan tersebut bisa balancing /seimbang. Mulai tanggal 30 Nopember 2020  lanjut Ning Ita, akan diterapkan belajar tatap muka, tentunyan dengan pengawasan protokol kesehatan.” 3M harus dilaksanakan Mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan jaga jarak” tegasnya.

Menanggapi pembangunan gedung rumah sehat yang belum tuntas, Walikota memberikan lampu hijau kepada PD.Aisyiyah untuk mengajukan proposal bantuan kepada Pemerintah Kota Mojokerto. Mendengar pernyataan tersebut, kontan saja diberikan aplous oleh seluruh peserta.

Selain itu, Ning Ita juga berharap agar PD.Aisyiyah dapat bekerjasama dengan pemerintah kota Mojokerto dalam program ketahanan pangan mandiri dan juga pengembangan ekonomi kreatif. Seperti budidaya sayur, budidaya ikan lele, ayam bertelor dan yang lainnya.

Sebelum materi seminar dimulai, Walikota menyerahkan bantuan masker kepada ketua PD.Aisyiyah kota Mojokerto untuk dibagikan kepada anggota.

Adapun materi seminar disampaikan, oleh 3 (tiga) Narasumber yaitu Dra.Hj.Siti Dalilah Candrawati, M.Ag Ketua PWA Jatim menyampaikan materi tentang Penguatan tanggungjawab orangtua terhadap pendidikan anak di masa pandemi, Dr,Hj.Lisa Rachmani,M.Si Dosen Universitas Negeri Malang materi tentang Pendidikan karakter anak dalam keluarga.sedangkan materi tentang Peran Guru di Amal Usaha Pendidikan Aisyiyah disampaikan oleh Hj.Nirwana, M.Si Wakil Ketua PDA Koordinator  Dikdasmen, Kader dan Kesehatan. Moderator  seminar kali ini dipandu oleh Dra.Ec.Hj. Tatik Lutfiati, ST. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan benih kangkung oleh PWA Jawa Timur kepada PD.Aisyiyah Kota Mojokerto untuk pengembangan program ketahanan pangan dan gizi. (an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: