Personil dan peserta apel kesigaaan penanggulangan bencana di Mojokerto
MOJOKERTO - GEMA MEDIA - Meningkatnya curah hujan yang sangat tinggi, tidak dipungkiri bencana alam seperti banjir dan tanah longsor bisa terjadi di wilayah Mojokerto Raya. Karena menurut letak greografis wilayah Mojokerto sangat besar berpontensi untuk terjadi bencana alam. Hal tersebut diungkapkan Komandan Kodim 0815 Letkot Inf Dwi Mawan Sutanto, SH, dalam amanatnya saat menjadi irup dalam apel Kesiagaan penanggualan bencana alam, di Lapangan SPN, Ds. Pacing, Kec. Bangsal, Kab. Mojokerto. Kamis, (09/01/2020).
"Mari kita bersinergi antara TNI, Polri, dan seluruh lapisan stakeholder, dalam menanggulangi bencana alam. Kita harus siap, dan waspada karena bencana alam bisa terjadi kapanpun, dan dimanapun di wilayah Mojokerto," tegasnya.
Oleh sebab itu, kita sebagai pengayom dan pelindung masyarakat harus tanggap dan siap ketika bencana alam terjadi. Kita harus siapkan mental, fisik, dam keihlasan dalam menolong, tidak membedakan suku, agama dan ras saat bencana alam terjadi, imbuhnya.
Komandan Kodim 0815 menjadi Irup saat apel gelar kesiagaan bencana didampingi, Wakil Walikota Mojokerto, Wakapolresta Mojokerto, Kapolres Mojokerto, dan Perwakilan Pemda Mojokerto
Hal senada diungkapkan juga oleh Komandan Korem 082 CPYJ Mojokerto Kolonel Arm Ruli Candrayadi, SH, usai cek kesiapan personil penanggulangan bencana alam yakni, apel ini sebagai salah satu bentu kesiapan personil TNI, Polri, Tagana, dan seluruh element. "Perlu dipahami bersama bahwa apel gelar pasukan yang diselenggarakan di Mojokerto ini, dimaksudkan untuk mengecek kesiapan personil dan kelengkapan sarana prasarana Polri, TNI, beserta unsur terkait dalam rangka antisipasi bencana alam. dan dengan harapan semua perencanaan yang telah dipersiapkan dapat berjalan dengan sebagaimana yang diharapkan,” ungkapnya.
Pengecekekan sarana dan prasana penanggulan bencana alam oleh Komandan Korem 082 CPYJ, Kepala Batalyon Linud 503, Kepala SPN, dan Pimpinan Daerah Mojokerto.
Lanjut Ruli, kita siagakan 900 personil dari seluruh lapisan, untuk siap melaksanakan tugas nya ketika bencana alam itu terjadi. Diantaranya tim Tagana, tim dari TNI, Polri, tim dari kesehatan dan juga tim dari BPDB. Sarana dan prasarana sudah kita cek semua dan semua sudah siap, mulai dari kendaraan roda dua dan empat, alat berat, ambulance, dan toilet portebel, pelampung, dan ada perlengkapan masak juga tenda pengungsi jika terjadi bencana alam, imbuhnya.
Apel kesiagaan penanggulan bencana juga dihadiri oleh, Wakil Walikota Mojokerto H Achmad Rizal Zakaria, Perwakilan Pemkab Mojokerto, Wakapolresta Mojokerto, Kapolres Mojokerto, BPDB Kabupaten Mojokerto, Kepala SPN, dan Komandan Batalyon Lanud 503, Kadinkes Kab. Mojokerto, Kadinsos Kota Mojokerto, dan undangan lainnya. (Jen/an)