TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI, DKPP KOTA MOJOKERTO SOSIALISASIKAN DAK FISIK BIDANG PERTANIAN TAHUN 2019

gambar utama
dari kanan : Narasumber dan Ka DKPP, Kabid dan Penyuluh Pertanian-dok
MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari Pemerintah pusat tidak hanya menyentuh  bidang insfrastruktur pembangunan, akan tetapi juga menyentuh bidang fisik pertanian.  Sepertihalnya yang diterima oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto, telah menerima alokasi DAK fisik bidang pertanian. Agar pelaksanaan dalam kegiatan swakelola DAK tersebut terlaksana sesuai dengan juknis yang ada dan tidak sampai terjadi pelanggaran hukum, maka DKPP telah mensosialisasikan kepada penerima manfaat, kamis 31/10/2019.

Bertempat di Aula DKPP sosialisasi kali ini diikuti oleh 45 orang petani untuk Kelurahan Prajuritkulon, Kelurahan Blooto dan Kelurahan Pulorejo yang terdiri dari 7 Kelompok Tani di Kota Mojokerto.  Dalam rangka memberikan pembekalan dan pemahaman tentang pertanggungjawaban penggunaan DAK, DKPP menghadirkan narasumber Johan Dwi Junianto, SH Kasubsi Eksekusi dan Ekseminasi dari Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto.

para peserta sosialisasi di Aula DKPP Kota Mojokerto-dok


Dalam paparanya Dwi demikian dipanggilnya menjelaskan, tujuan program swakelola adalah ikut melibatkan masyarakat dalam pembangunan proyek – proyek yang didanai oleh pemerintah baik pusat maupun daerah, dengan mengacu pada prinsip – prinsip transparansi, akuntabilitas dan tertib administrasi dalam setiap kegiatan pembangunan fisiknya. “Secara umum kasus – kasus yang terjadi karena ketidaktahuan pengspjan penerima dana, tidak tertibnya mengelola nota-nota / kwitansi dan pengendapan uang yang diterima yang tidak segera dibelanjakan” terang Dwi. Kriteria pengerjaan proyek yang berhasil lanjutnya, adalah progress yang berjalan sesuai dengan Juknis, pengadaan barang dan jasa sesuai spek dan jumlah serta berakhir dengan tepat waktu.

para petani peserta sosialisasi di Aula DKPP Kota Mojokerto-dok


Hal senada juga disampaikan oleh Drs. R. Happy Dwi Prastiawan, M.Si bahwa, maksud dan tujuan diadakan sosialisasi sekaligus evaluasi ini adalah agar pembangunan fisik yang sudah berjalan baik  dan mendekati termin terakhir /keempat ini dapat tetap      dipertahankan  sesuai dengan juknis yang ada.

“Program DAK Fisik ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani Kota Mojokerto melalui pembangunan Jalan Usaha Tani, DAM  Parit dan Irigasi Air Tanah Dangkal, sehingga diharapkan produksi dapat meningkat secara signifikan” kata Heppy.

Bantuan dari pemerintah pusat ini masih kata Heppy, diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal penggunaannya, dirawat dengan baik dan diwujudkan hasil produksinya secara nyata, sehingga memberikan kesejahteraan bagi petani sendiri.

“Jika ada keluhan dan permasalahan di bidang pertanian yang dihadapi oleh petani, maka dipersilahkan melaporkan pada DKPP melalui PPL, Kabid pertanian dan Kasi’ yang ada”.pungkas Heppy.

Acara yang dikemas dengan santai dan kekeluargaan dilanjutkan dengan diskusi dan Tanya jawab antara peserta dengan Narasumber. Dari hasil diskusi tersebut dapat disimpulkan bahwa selama pembangunan DAK Fisik mulai Juli sampai sekarang relative berjalan dengan baik dan tidak ada kendala yang berarti. Hanya saja ada sedikit keterlambatan saat pencairan dana pada tiap  terminnya. Hal ini dikarenakan proses tahapan pencairan memerlukan waktu dan ketertiban adimintrasi, karena DAK tersebut berasal dari Pemerintah Pusat. (an)

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: