Pembukaan hari kedua pelatihan Bimbingan Teknis Pertanian Perkotaan dan budidaya tanaman hortikultura secara hidroponik yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto
MOJOKERTO – (GEMA MEDIA) : Memasuki hari kedua pelatihan Bimbingan Teknis Pertanian Perkotaan dan budidaya tanaman hortikultura secara hidroponik yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto , para peserta pelatihan yang terdiri dari Kasi Kesra di Kelurahan dan pengurus/anggota KWT mendapatkan materi tentang Hidroponik Solusi untuk Pemanfaatan Lahan Wilayah Perkotaan (Urban Farming) , Kamis (17/10/2019), bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto Dra. Irianti Wahjuningsih, Apt, mewakili Kepala DKPP , Drs. R. Happy Dwi Prasetyawan, Msi, memberikan sambutan
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto Dra. Irianti Wahjuningsih, Apt, mewakili Kepala DKPP , Drs. R. Happy Dwi Prasetyawan, Msi, berharap Pelatihan tersebut diharapkan mampu menjadi stimulus bagi KWT –KWT di Kota Mojokerto dapat menerapkan dan mengembangkan hidroponik di KWT masing-masing dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang ada.
Kasi Kesra yang dihadirkan dalam acara ini diharapkan dapat mendukung karena ana kelurahan di Kota Mojokerto digunakan untuk pembangunan selain sarana dan prasarana, juga untuk pemberdayaan masyarakat salah satunya untuk pengembangan hidroponik di KWT untuk menambah kesejahteraan masyarakat.harapnya.
Peserta yang berjumlah 65 orang tersebut mendapatkan materi pelatihan yang disampaikan oleh narasumber Denny Agustian dari Komunitas Hidroponik , menurutnya Urban farming yang berarti bercocok tanam di lingkungan rumah perkotaan ini sangat cocog dengan Kota Mojokerto yang wilayahnya sangat terbatas.
narasumber Denny Agustian dari Komunitas Hidroponik menyajikan materi
Denny Agustian menjelaskan bahwa Hidroponik merupakan budidaya menanam tanpa tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit dari pada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Nutrisi Hidroponik merupakan pupuk yang mengandung semua unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Nutrisi digunakan sebagai pengganti pupuk pada tanaman bermedia tanah. Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi.
Temon dari BISI menyampaikan tentang menanam padi secara hidroponik
Media tanam dalam sistem hidroponik digunakan sebagai tempat tumbuhnya akar tanaman serta untuk menyangga tanaman agar tanaman menjadi tegak dan kokoh, di Indonesia dikenal beberapa media tanam hidroponik yang umum digunakan seperti Arang sekam, Rockwool, Cocopeat, Spoons/Busa, Perlite, Hidroton, Vermiculite, dan masih banyak lagi media tanam yang bisa dimanfaatkan.
Jenis tanaman yang dapat dibudidayakan menggunakan hidroponik adalah sayuran, toga, dan buah-buahan yang ukurannya tidak besar atau tidak berupa pepohonan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah waktu yang diperlukan untuk panen hanya sebentar, itulah salah satu kelebihan budidaya hidroponik. Kata Denny.
peserta pelatihan
Dibidang ekonomi kelebihannya dapat memenuhi kebutuhan pangan secara berkualitas, mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk keperluan sayur setiap hari, dan bisa menjadi peluang bisnis yang dapat menambah penghasilan keluarga. Sementara dibidang lingkungan dapat merevitalisasi lingkungan, menciptakan lahan ruang terbuka hijau, mengurangi panas dan polusi udara dan dapat menciptakan pemandangan indah dan udara berkualitas di ruang terbuka bisa menjadi sarana rekreasi warga atau menjadi tempat wisata seperti yang diharapkan Ibu Walikota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari, SE.
Dalam Pelatihan ini menjadi menarik para KWT ada tambahan materi yang disajikan Temon dari BISI tentang menanam padi secara hidroponik atau menanam padi tanpa menyentuh lumpur.(yuk).