DLH GELAR PELATIHAN KOMPOSTER BAGI FASILITATOR BANK SAMPAH

gambar utama
MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Sejumlah fasilitator Bank Sampah di Kota Mojokerto mengikuti pelatihan komposter yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto.  Pelatihan yang berlangsung di ruang baca TPA Randegan jln, Raya Sekar Putih Kota Mojokerto berlangsung rabu, 11/9/2019.

Bagus Muktio Ketua Bank Sampah Induk Kota Mojokerto (BSI) yang sekaligus Koordinator Fasilitator menuturkan, sebagai fasilitator yang bertugas di masing-masing Kelurahan harus memiliki kwalitas sumber Daya Manusia yang unggul.  Mengingat tugas fasilitator salah satu diantaranya adalah sebagai pendamping dan sekaligus guru di wilayah kerjanya.  “ pelatihan ini sangat penting agar kita dapat ilmu sehingga bisa menularkan atau memberikan contoh pada yang lain yaitu masyarakat yang ada di wilayah Kelurahan” kata Bagus.

foto bersama pasca pelatihan-an


Sementara itu Marjuki, dari Dinas Lingkungan Hidup saat membuka pelatihan ini menambahkan,  pelatihan ini dengan tujuan untuk menuntaskan pengelolaan sambah dari sumbernya.  Jika sumber sampah dari rumah tangga/lingkungan dapat dikelola secara maksimal tujuan zero wise dapat terwujud.  Sampah kering dikelola Bank Sampah, sedangkan sampah basah dijadikan kompos melalui proses composting. Selain itu juga ingin memanfaatkan kembali komposter yang ada di Lingkungan RW yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.  Pemilik komposter masih sidikit yang paham tentang cara membuat kompos.

dari kanan: Edy, Marjuki dan Bagus-an


Edy Sutopo Narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup memberikan materi dan sekaligus praktek tentang cara mengelola sampah nabati dalam bentuk komposter dan cara membuat pupuk cair dengan system Mikro Organisme Lokal (MOL). Untuk ini cukup bahan-bahan yang mudah didapat dari lingkungan sekitar, yaitu cukup dengan sisa sayuran, sisa makanan, air leri (cucian beras), air kelapa, sedikit kecap, ragi tape dan ragi tempe.  Kedua cara composting tersebut diletakkan ditempatkan yang teduh. “Komposter jangan sampai kena terik matari secara terus menerus karena dapat menghambat proses pengurai untuk jadi kompos.

Selain fasilitator lanjut Marjuki, pelatihan juga diberikan kepada perwakilan Bank Sampah ditingkat RW.  Setelah pelatihan ini fasilitator bisa mengembangkan dan sekaligus memberikan pendampingan di Lingkungan Masyarakat. (an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: