Dua Hari Kota Mojokerto Didatangi Tim Verifikasi Kota Sehat Tingkat Nasional

gambar utama
Tim Verifikasi Kota Sehat di kampung Lalu Lintas lingkungan Miji 3 Kota Mojokerto-jen
MOJOKERTO - (GEMA MEDIA) - Tim verifikasi tingkat Nasional dari Kementerian Kesehatan melakukan penilaian Kota Sehat 2019 di Kota Mojokerto. Tim penilai telah melakukan penilaian selama 2 hari (Rabu dan kamis), tanggal 4-5/9/2019 dengan mengunjungi sejumlah tempat yang menjadi lokus penilaian.

Standar Kota sehat 2019 akan mengacu pada tujuh tatanan Swastisaba Wistara. Namun itu dilakukan secara bertahap. Kota Mojokerto telah berhasil meraih Swastisaba Padapa dengan 2 tatanan tahun 2017 lalu, dan tahun ini mengajukan penilaian tingkat Wiwerda dengan 4 tatanan.  Keempat tatanan tersebut adalah Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Sehat. Kawasan tertib lalu lintas, Kehidupan Masyarakat Sehat yang mandiri dan Kehidupan sosiali yang sehat.

Sambutan Polcil di Lingkungan Miji 3 di hadapan tim Verifikasi Kota Sehat-jen


Indikator dari tatanan tersebut antara lain terciptanya  kawasan tanpa rokok, kampanye bahaya penyakit HIV AIDS, kegiatan stop buang air besar sembarangan, Gerakan penanganan demam berdarah, gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), gerakan jalan bersama lansia dan gotong royong menuju lingkungan bersih.

Hari pertama rabu,4/9/2019, kedatangan tim penilai menuju Kantor Bappeko disambut oleh Wakil Walikota Mojokerto beserta jajaran Forkopimda dan sekretaris Daerah Kota Mojokerto serta pimpinan OPD dan FKS,FKKS serta Pokja Kelurahan Sehat. Setelah ceremonial penyambutan, tim melakukan penilaian di Sekretariat Forum Kota Mojokerto Sehat (FKS), kemudian dilanjutkan ke Sekretariat FKKS Kecamatan Prajurit Kulon, dan berakahir di alun-alun Kota Mojokerto.

Tim dan siswa SMPN 4 Kota Mojokerto saat melakukan senam sahabat-jen


Untuk hari kedua, Kamis (05/09/2019) tim verifikasi Kota Sehat didampingi Kepala OPD, Camat, Lurah, FKS dan Kader Kesehatan Kota Mojokerto mengunjungi Kampung Lalu Lintas, SMPN 4 Kota Mojokerto, dilanjutkan ke Posyandu Lansia Kelurahan Gedongan, Poyandu Jiwa dan Disabilitas Kelurahan Balongsari, TPA Aisiyah dan Kampung Merejahe Kelurahan Jagalan.

Perjalanan berikutnya tim menuju Terminal Kertajaya untuk menilai Pos UKK dan Ruang Laktasi, lalu bergeser ke Dishub untuk melihat uji emisi gas buang dan lanjut TPA Randegan, dan berakhir  di gedung Nusantara Pemerintah Kota Mojokerto untuk mengevaluasi dan penutupan.

"Banyak pertimbangan dalam verifikasi  ini, kami akan memberikan yang terbaik pada tim di Jakarta dengan apa yang saya lihat disini," kata  Ketua Tim Verifikasi Kota Sehat, Sofwan, ST, MM. Mudah-mudahan, lanjut Sofwan, Kota Mojokerto bisa meraih predikat Swastisaba Wiwerda, dan di tahun 2020 nanti bisa menjadi Kota yang lebih maju dan lebih sehat.

sebelumnya Sofwan, ST,MM hadir dengan anggota TIM Ikha Purwandari,MKM  didampingi tim pembina dari Provinsi Jawa Timur Ahmat, SKM,M.Kes dan Yeni serta Purwinto serta Husni diterima Wakil Walikota Mojokero H. Achmad Rizal Zakaria. Dalam sambutannya Wakil Walikota Mojokerto  menyampaikan kinerja Pemkot Mojokerto  terkait dengan mewujudkan Kota sehat. "Kerja keras dan kerjasama pemerintah kota dan Forum Kota Sehat (FKS) semoga dapat membawa penghargaan piala Swasti Saba Wiwerda" ucap Wawali.

Dilanjutkan pemaparan oleh Ketua Forum Kota Mojokerto Sehat Riani, SH,M.Si terkait 4 tatanan beserta inovasi yang sudah dilakukan oleh Pemerintah bersama masyarakat. Setelah penilaian selama dua hari, Pemkot Mojokerto tinggal menunggu hasilnya dari kementerian kesehatan RI yang bakal diumumkan sebelum bulan Nopember 2019. (Jen/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: