Pembinaan Kota Sehat Di Kecamatan Prajuritkulon, ternyata ada Inovasi Kadargi Kelurahan Blooto

gambar utama
Camat Prajuritkulon dan Narasumber-an
MOJOKERTO- GEMA MEDIA : Pembinaan Kota Mojokerto Sehat yang diselenggarakan oleh Kecamatan Prajuritkulon, selasa 13/8/2019 muncul beberapa inovasi yang belum tergali.  Pembinaan yang menghadirkan pengurus Pokja Sehat Kelurahan se-Wilayah Kecamatan Prajuritkulon dan pengurus Forum Komunikasi Kelurahan Sehat Kecamatan Prajuritkulon terdapat beberapa inovasi yang dilakukan oleh masing-masing Kelurahan dan belum sempat terkaver ditingkat Kecamatan dan Kota Mojokerto.

Salah satu contohnya adalah Inovasi Keluarga Sadar Gigi (Kadargi), inovasi yang dilakukan di RW.01 lingkungan/Kelurahan Blooto Kecamatan Prajuritkulon. Dijelaskan oleh Sujiati Ketua Pokja Kelurahan Blooto, Kadargi diinisiasi oleh dr.Ida dari Puskesmas Blooto. Bermula melihat dari adanya warga setempat utamanya anak-anak yang mengalami karang gigi. Hal ini menjadi perhatian bagi sang dokter gigi. Berdasarkan hasil musyawarah warga, akhirnya munculah program Kadargi. Dalam aplikasinya, setiap malam mulai pukul 20.00 ketua RW dan tim mengadakan patrol dengan membunyikan kentongan sebagai tanda bahwa warga waktunya sikat gigi.

para pesertia pembinaan se-wilayah Kecamatan Prajuritkulon-an


Camat Prajuritkulon Yusuf Setiawan, saat mengawali pertemuan kali ini menyampaikan kepada FKKS dan Pokja di wilayah Kecamatan Prajuritkulon, bahwa untuk mewujudkan Kota Mojokerto Sehat diawali dari Kecamatan Sehat, untuk mewujudkan Kecamatan Sehat diawali  dari Pokja Kelurahan Sehat.  Oleh karena itu Camat berharap, agar apa saja yang menjadi kegiatan dan inovasi ditingkat Pokja dapat terangkum ditingkat Kecamatan.

Pembinaan yang menghadirkan Natasumber Forum Kota Sehat kali ini, disampaikan oleh Riani, SH,M.Si membahas tentang peningkatan kelembagaan  masing-masing pokja. Menurut Riani, kelembagaan merupakan hal yang pokok sebelum melakukan penilaian terkait kegiatan. “ dokumen-dokumen kegiatan perlu diadministrasikan dengan tertib sehingga dapat menambah penilaian. “pada umumnya banyak kegiatan yang dilakukan tapi tidak dibukkan, nah ini sangat disayangkan. Kedepan kegiatan kita bisa tertib administrasinya dan kenyataan di lapangan”  katanya.

Riani yang didampingi oleh Lilik Sukariyah dari Forum Kota Mojokerto Sehat serta Sutami dari Kecamatan Prajuritkulon terus memberikan motivasi kepada peserta akan ide-ide dan inovasi-inovasi yang sudah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan. Ternyata hampir setiap Kelurahan memiliki Inovasi tersendiri.

Testimoni, Sujiati kiri menceritakan tentang Inovasi Kadargi di Kel.Blooto-an


Contoh lain wilayah Kecamatan Prajuritkulon di Kelurahan Surodinawan, ada inovasi Jumtaro, yaitu gerakan Jumat Tanpa Rokok, dalam rumah.  Untuk ini setiap rumah ada kader dari keluarganya sendiri untuk mengingatkan kepada Bapaknya atau keluarga yang biasanya merokok untuk hari jumat bebas rokok dan ini akan dibudayakan setiap hari tetapi secara bertahap. Kelurahan Pulorejo akan menuntaskan program Open Defication Free (ODF).  Kelurahan Mentikan memiliki Bank Sampah Kampung Cyber dan akan melaksanakan inovasi kampong bunga. Demikian juga dengan Kelurahan lainnya memiliki inovasi tersendiri. Semua itu dapat menambah nilai tambah dalam penilaian Kota Sehat yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 September 2019 mendatang oleh tim penilai dari pusat. (an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: