Walikota foto bersama dengan pemenang festifal bakar sate
MOJOKERTO - (GEMA MEDIA) - Memperingati Hari Raya Idul Adha 1440 H, Kota Mojokerto kembali Festival Sate yang ke-6 di Jembatan Rejoto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Minggu (11/08/2019).
keceriaan Ketua TP PKK Kota Mojokerto Hj. Nur Chasanah bersama tim ye-lyel
Dalam festival Sate Kegiatan lomba bakar sate ini diikuti perwakilan OPD, sekolah baik negeri dan swasta, dan organisasi kemasyarakatan se-Kota Mojokerto. Masing-masing peserta mengirimkan empat orang wakilnya untuk beradu kreatifitas dalam memasak dan menyajikan sate.
Selain itu, para peserta festival bakar sate juga harus beradu kreatifitas yel-yel dan busana terunik dan menarik. Turut hadir dalam acara ini jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Mojokerto, Kepala OPD di lingkungan Pemkot Mojokerto, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto, Camat, Lurah se Kota Mojokerto.
Sebagaimana disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Mojokerto Choirul Anwar, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mengasah kemampuan dan kreativitas para peserta dalam mengolah dan menyajikan sate.
"Selain itu untuk menjalin kebersamaan dan meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam semangat berkurban, serta menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu destinasi wisata budaya Kota Mojokerto," ungkapnya.
Keramain Festival Sate Ke-6 Di jembatan Rejoto
Sementara itu, Walikota Mojokerto, Hj Ika Puspitasari, SE dalam sambutannya mengatakan, agar warga Kota Mojokerto dapat menjiwai dan memaknai Idul Adha dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
"Sebagaimana sabda Nabi kita, bahwa tidak ada ibadah yang paling utama di hari raya idul adha kecuali menyembelih binatang kurban dan membagi-bagikan kepada mereka yang berhak menerimanya. Diharapkan, event ini dapat meningkat kebersamaan, solidaritas dan kepedulian masyarakat dengan sesama," katanya.
Masih kata Ning Ita , daging kurban tidak hanya bagi orang miskin, tetapi sebagian daging hewan kurban tersebut diperkenankan untuk dinikmati pemberi kurban. Sehingga dengan kebersamaan dalam festival bakar sate yang digelar oleh Pemkot Mojokerto bisa menjadikan warga Kota Mojokerto semakin guyub, rukun dan sejahtera.
penerimaan piala pemenang lomba bakar sate
"Sehingga mampu mewujudkan masyarakat Kota Mojokerto yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral," ujarnya.
Dalam kesempatan Hj. Nur Chasanah Achmad Rizal Ketua TP PKK Kota Mojokerto mengucapkan terima kasih atas doa dan suppornya seluruh ibu-ibu PKK Kota Mojokerto yang guyub rukun. Alhamdulilah festifal bakar sate tahun 2019 TP PKK Kota meraih juara 3 untuk yel-yel dan rasa bakar sate meraih juara harapan II. Semoga dengan kebersamaan kita menjadikan PKK Kota tetap jaya.harapnya.
Selain itu Festival sate yang ke-6 ini sebagai salah satu bentuk uri-uri Budaya, dan menghidupkan Wilayah Kota Mojokerto sisi Barat sebagai salah satu destinasi wisata Budaya.
"Potensi Kuliner bisa dijadikan daya tarik wisata, dan elemen penting dalam industri Pariwisata," pungkasnya. (Jen/yuk).