Pembukaan Sosialisasi dalam rangka Penyampaian Informasi Program Kebijakan Terkait Badan Usaha Milik Daerah
Kondisi air di Kota Mojokerto kurang baik dan masih banyaknya masyarakat yang belum memahami resiko air bawah tanah yang mungkin tercemari bakteri ecoli dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian ekosistem air bagi anak cucu dan cadangan air saat kemarau, maka pemerintah Kota Mojokerto melalui Bagian Perekonomian Setda Kota Mojokerto, Kamis (18/7/2019) telah melaksanakan Sosialisasi dalam rangka Penyampaian Informasi Program Kebijakan Terkait Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Mojokerto, yang di buka oleh Asisten Administrasi Drs. Djoko Suharryanto.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa air minum merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, sehingga mempunyai peran vital terhadap kehidupan kita sehari-hari. Semakin berkualitas air minum yang dikonsumsi, maka akan meningkatkan pula kualitas hidup masyarakatnya. Wujud cermin tersediannya air minum yang berkualitas terhadap komunitas masyarakat adalah terbentuknya suatu masyarakat sehat serta terciptanya kehidupan sosial ekonomi yang sejahtera pula. Perumdam Maja Tirta selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui penyediaan air bersih yang berkualitas, kontinuitas, kuantitas dan terjangkau.
Asisten Administrasi Drs. Djoko Suharryanto membuka sosialisasi
Perumdam Maja Tirta Kota Mojokerto saat ini terus melakukan penambahan jumlah pelanggan melalui program pemasangan gratis yang dibantu oleh dana DAK tahun 2018, khusus Kelurahan Kedundung sebanyak 400 sambungan rumah (SR) dan Kelurahan Pulorejo sebanyak 100 SR, dengan realisasi terpasang di Kelurahan Kedundung 200 SR dan terpasang di Kelurahan Pulorejo sebanyak 130 SR sampai dengan hari ini. Pada tahun 2019 ini, Perumdam Maja Tirta bersama PKP memperluas cakupan wilayah Kecamatan Prajuritkulon dengan target 100 SR dan Kecamatan Magersari dengan target 190 SR.
Sedangkan pendaftar di kedua Kecamatan tersebut adalah sebanyak 300 SR (Sambungan Rumah). Hingga saat ini jumlah pelanggan Perumdam Maja Tirta adalah sebanyak 5.132 SR, dengan komposisi : Rumah Tangga dan Sosial : 4.962 SR (96,7%), Non Rumah Tangga : 170 SR (3,3%). Jumlah pelanggan masih kurang dari kapasitas produksi yang ada sehingga Perumdam Maja Tirta bertekad menambah jumlah sambungan rumah sampai dengan 10.000 selama 5 (lima) tahun kedepan agar supaya pendapatan air dapat menutupi biaya produksi, sehingga pelayanan kepada pelanggan juga semakin baik. Sedangkan pada tahun 2020 nanti akan dilakukan kajian oleh BPPSPAM untuk meningkatkan manajerial, teknis dan permodalan. Perumdam Maja Tirta akan terus melakukan inovasi dan evaluasi agar biaya operasi dapat ditekan dengan tetap menjaga dan meningkatkan kualitas, kuantitas, kontuinitas dan keterjangkauan agar pelanggan puas dan menjadi pelanggan loyal. Serta menghindari kenaikan tarif air.
Pemerintah Kota Mojokerto dan Perumdam Maja Tirta terus berupaya untuk memberikan yang terbaik pada tahun 2019, yakni sudah melakukan kerja sama (MOU) dengan BPPT (Badan Penerapan dan Penelitian Teknologi), salah satunya membantu Perumdam Maja Tirta memproduksi air yang sehat dengan biaya yang efektif dan efisien. Kedepan tahun 2020 – 2025 Pemerintah Kota Mojokerto dan Perumdam Maja Tirta akan melakukan kajian pemanfaatan aor dari sumber mata air di wilayah Pacet dan Jombang, agar pelayanan air bersih menjadi Prima (kualitas, kuantitas, kountinitas dan keterjangkauan), sehingga kualitas hidup masyarakat Kota Mojokerto menajdi semakin baik. Sejak 12 Mei 2011 Pemerintah Kota Mojokerto melalui BPRS mengucurkan kredit tanpa biaya administrasi bank melalui Program Pembiayaan Usaha Syariah (PUSYAR) bagi UMKM, PUSYAR adalah pemberian kredit usaha bagi UMKM tanpa biaya administrasi bank (biaya administrasi, bunga bank dan lain-lain).
Peserta Sosialisasi dalam rangka Penyampaian Informasi Program Kebijakan Terkait Badan Usaha Milik Daerah
Alokasi pinjaman mulai tahun 2012 sampai tahun 2017 Kredit PUSYAR yang dikucurkan sebesar 9 milyar rupiah diperuntukkan bagi 623 UMKM (dengan plafon s/d Rp.10 juta setiap UKM) dan alhamdulillah sampai dengan saat ini tidak ada yang macet/tunggakan. Program PUSYAR Jilid II dengan plafon 10 juta s/d 50 juta diperuntukkan bagi masyarakat industri yang berlegalitas, tetapi belum maksimal. Sedangkan PUSYAR Jilid III diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai usaha (plafon yang diberikan s/d 10 juta rupiah). Diharapkan para Peserta dapat memanfaatkan jasa kedua BUMD tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup sehat dengan menggunakan air PDAM dan meningkatkan usaha melalui kredit dari BPRS.
Menurut Ani Wijaya, SE, MM PLT Kabag Perekonomian maksud dan tujuan Sosialisasi agar masyarakat memahami dan meningkatkan kualitas kesehatan melalui pola hidup sehat dalam penggunaan air bersih untuk kehidupan sehari-hari serta ikut menjaga ketersediaan air tanah dengan menggunakan air PDAM dan supaya masyarakat memahami dan memanfaatkan kesempatan untuk peningkatan usaha dengan Program PUSYAR atau Kredit Berbasis Syariah yang lebih berkah dari Perusahaan Perseroan Daerah BPRS Kota Mojokerto. Kegiatan di ikuti oleh 150 orang, yang meliputi wilayah Kecamatan Magersari, Kecamatan Prajuritkulon, Kecamatan Sooko serta Kecamatan Mojoanyar yang terdiri dari : Tokoh Masyarakat, Pengurus RT/RW (Calon Pelanggan Air Minum) dan beberapa Pelaku Usaha (IKM) di wilayah Kota Mojokerto yang belum tersentuh permodalan. Dengan Narasumber : Malikah dari Dinkes (Ahli Kesehatan Lingkungan), Iewan Prasetya, ST, MMT, MT Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Maja Tirta Kota Mojokerto, Arif Zakaria Direksi Perusahaan Perseroan Daerah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Kota Mojokerto. (Sef/yuk).