FORUM ANAK KOTA MOJOKERTO IKUTI SOSIALISASI GERAKAN SAY NO TO BODY SHAMING

gambar utama
Forum anak Kota Mojokerto ikuti sosialisasi Gerakan Say No To Shaming-an
MOJOKERTO – GEMA MEDIA : Body Shaming, istilah ini bagi masyarakat awam mungkin belum familiar . Namun body shaming sebenarnya sudah ada sejak dulu, hanya saja sebutan bahasa atau istilah yang berbeda. Body Shaming menjadi istilah trend saat ini perlu dipahami oleh semua pihak. Body shaming adalah istilah yang merujuk pada kegiatan mengkritik dan mengomentari secara negative  pada fisik atau tubuh baik diri sendiri atau orang lain. Body Shaming tentu perbuatan yang merugikan karena bisa berdampak terhadap psyikis seseorang. Demikian disampaikan oleh dr. Sendhi Tristanti P.M.Kes Dosen jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, saat sosialisasi gerakan say no to body shaming, sabtu 29/6/2019.

dari kanan Wahyu Sri Sedono dan Narasumber-an


Sosialisasi yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kecamatan Kranggan diikuti oleh anggota forum anak se-Kota Mojokerto. “Mengolok-olok, mengejek, membullying  dengan sebutan pendek, jelek, gembrot, iteng dan sebutan lain yang membuat seseorang sakit hati, tidak percaya diri bahkan bisa jadi dendam adalah contoh body shaming” katanya. Untuk ini menurut  dr.Sendhi, jangan sampai ini dilakukan oleh anak-anak remaja saat ini.  “Jangan sampai saling mengejek sesama teman sebayanya”tegasnya.

Sosialisasi ini masih kata dr.Sendhi adalah salah satu program dari Pusat Gender dan Kesehatan  LP2M Universitas Negeri Malang, dengan tujuan  untuk meningkatkan kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat, menyuarakan kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki. Melalui sosialisasi kali ini  diharapkan dapat mencetak generasi bangsa yang berfikiran positif, tidak hanya melihat seseorang dari segi fisik saja, karena setiap orang diciptakan dengan segala kelebihan dan kekurangannya, lanjut Sendhi.

Kedepan No body shaming ini dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah dan juga menjadi soft skill bagi anak-anak. Peran orang tua juga sangat penting dalam menciptakan iklim yang sehat dalam keluarga. Agenda berikutnya bersama forum anak akan melakukan kampanye No body shaming dalam acara car free day di Aloon-aloon Kota Mojokerto.

foto bersama forum anak kota Mojokerto dan narasumber-an


Sementara itu Drs. Wahyu Sri Sedono,M.Si Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Pengarustamaan Gender, Pengarustamaan Hak Anak dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Pemberdayaan Peremuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinas P3AKB) Kota Mojokerto menyambut gembira atas kerjasama ini, berharap kedepan dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan motivasi dan skill bagi anak-anak untamanya yang tergabung dalam foum anak di Kota Mojokerto.

Tim akademisi  lain yang hadir Farah Farida T,S.Psi,M.Psi,Pesikologi, Anggaunita Kiranantika, M.Sos dan Dr.H. Ludi Wisnu Wardana,ST.SE.S.Pd.MM turut serta memberikan pendampingan terhadap forum anak yang hadir(an).

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: