DARI PSN DI KELURAHAN SENTANAN, MASIH DITEMUKAN WC TANPA SEPTITANK

gambar utama
MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Kegiatan PSN Terintegrasi di Kelurahan Sentanan masih ditemukan warga yang belum mempunyai Septitank.  Beberapa rumah yang notabene orang kaya dan sebagian juga penduduk keturunan WNA (Cina) masih ada yang mempunyai WC tapi tidak dilengkapi dengan Septitank. Hal ini tentu menjadikan lingkungan tidak sehat dapat mencemari sumber air yang bisa menimbulkan berbagai penyakit, misalnya diare, typus bahkan dalam jangka panjang bisa menyebabkan stunting. Berdasarkan pendekatan oleh kader Motivator Setempat yang didampingi Dinas Kesehatan dan Babinkamtibmas serta Polmas, warga yang belum septik tersebut telah membuat surat pernyataan dan bersedia akan membuat Septitank paling lambat bulan Juni tahun 2019.

Hal itu dislaporkan oleh Sekretaris Kelurahan Sentanan Mastukah saat kegiatan PSN terintegrasi Jumat, 10/5/2019. Sekel Sentanan juga melaporkan, bahwa Sanimas "Sentanan Gg.Buntu" juga ditemukan jentik di ruang kamar kecil serta masih banyak barang bekas yang menumpuk.

Menanggapi hal tersebut. Wakil Walikota Mojokerto H. Achmad Rizal Zakaria memberikan solusi, sendainya pada jatuh tempo pernyataan tersebut belum dipenuhi, warga melaporkan  ke Kelurahan, selanjutnya Kelurahan akan menghubungi Satpol PP. “Biar aparat penegak perda yang melakukan esxekusi untuk menghindari benturan dengan warga karena tiap hari masih bertemu” kata Rizal.

Wakil Walikota Mojokerto saat memberikan sambutan dalam PSN terintegrasi di Kelurahan Sentanan-an


Wakil Walikota Mojokerto dalam sambutannya menegaskan bagi rumah-rumah yang ditemukan satu keluarga dengan 17 orang penghuni, masih kumuh rumahnya, apalagi ada piaraan burung dalam kamar. “memelihara burung itu hoby tapi kalau tidak dibersihkan akan menimbulkan penyakit” terangnya.  Untuk Bank Sampah, lanjut Wawali diharapkan setiap RW bentuk Bank Sampah. Di Sentanan dari 6 (enam) RW masih ada 2 (dua) Bank Sampah.

Sementara itu Walikota Mojokerto HJ. Ika Puspitasasri, SE, memimpin tim I (satu) saat mengunjungi warga sempat berkunjung ke warga yang mempunyai  usaha roti.  Didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan dan Camat Kranggan, telah menemukan pengusaha roti yang ruang produksinya kurang bersih. “ perabot dan peralatan yang berserakan terlihat kotor, barang-barang rumah tangga juga berantakan harus dibersihkan dan dirapikan” untuk ini Dinas Kesehatan Kota Mojokerto bersedia melakukan pembinaan agar produksi makanan yang dijual dijamin higines.  “kalau sudah sehat produksinya, maka oleh Walikota akan dipasarkan melalui incomers agar produksinya lebih meningkat” kata Kadinkes ini.

Walikota ikut memeriksa buku administrasi Bank Sampah Cempaka Kelurahan Sentanan-an


Kepada warga yang masih perlu perhatian dalam menjaga kebersihan lingkungan, Walikota meminta kesadaran warga agar membiasakan diri untuk hidup bersih dan sehat. Mengingat Sehat itu harganya mahal dan harus dimulai dari diri kita.(an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: