KETUA KPPS 7 KELURAHAN BALONGSARI, MENINGGAL DUNIA

gambar utama
Walikota Mojokerto saat memberikan penghormatan terakhir kepada Almarhum Subarji-an
MOJOKERTO-GEMA MEDIA:  Catatan sejarah penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 di wilayah kerja KPU Kota Mojokerto, seorang lagi meninggal dunia.  Setelah Isman seorang petugas linmas di Kelurahan Surodinawan, kini Subarji ketua KPPS 7 Kelurahan Balongsari harus berpulang ke Rahmatullah akibat kelelaan hingga sesak nafas yang tidak tertolong.

Subarji lahir di Mojokerto tanggal 8 Juni 1965, meninggalkan seorang isteri dengan 4 orang anak. Tinggal di Sumolepan Gg. Sawah No. 30 Kelurahan Balongsari.  Winarni isteri almarhum menuturkan, sejak hari Pemungutan suara Subarji sudah merasakan kurang enak badan.  Terlebih lagi saat penghitungan suara.  Namunketua RT.03/RW.04 ini masih berusaha kuat dan semangat demi tugas negara.

dua dari kanan, Subarji saat bertugas di TPS 7 Gedung S.Ramelan Kelurahan Balongsari-an


Hal yang sama disampaikan oleh Satuji anggota KPPS yang bertugas, di TPS 7 Gedung S.Ramelan.  menurut Satuji, TPS 7  dikunjungi oleh Gubernur dan rombongan Kapolda, sehingga persiapan lebih exstra. “ begitu mendengar TPS 7 dikunjungi oleh orang nomopr satu  di Jawa Timur, kami merasa senang walaupun juga repot. Semalam sebelum hari H kami lembur tidak tidur karena harus mendesain TPS, sehingga nyaris tidak tidur itu 2 hari 2 malam” terang Satuji yang merasa sangat kehilangan tetangga baiknya.

Paska pemilu sehari-hari Subarji merasa demam, tapi tidak segera ke Rumah sakit, berkat desakan keluarga akhirnya Subarji periksa ke Puskesmas.  Namun kondisi Subarji tidak kunjung membaik dan sekitar pukul 02.30 pagi tadi (kamis 2/5/2019), Subarji dibawa keluarganya ke RS. Hasanah dalam kondisi sesak nafas.  Sesampai di RS Hasanah pihak Rumah Sakit meminta dirujuk ke RSUD Dr. Wahidin Husodo lantaran peralatan di RS. Hasanah tidak mencukupi, namun Allah berkehendak lain. Subarji meninggal dalam perjalanan ke RSUD, pihak rumah sakit menyatakan Subarji sudah meninggal sejak dalam perjalanan dan akhirnya pihak Rumah Sakit meminta jenazah dibawa  pulang.

Walikota beserta Sekdakot mendengar kisah keluarga atas meninggalnya Subarji-an


Mendengar Musibah ini tentu semua pihak merasa kaget dan kehilangan, atas meninggalnya Almarhum. Setelah mendapatkan laporan tersebut, Walikota Mojokerto berkesempatan melakukan takjiah beserta Sekdakot dan pimpinan OPD, Camat dan Lurah untuk memberikan kekuatan dan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan.

HJ.Ika Puspitasari, SE Walikota Mojokerto menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga almarhum, dan semoga amal baik almarhum yang pernah melakukan tugas negara diterima disisi-Nya.  “Kematian adalah merupakan pengingat bagi kita semua, suatu saat kita akan mengalami hal yang sama’” tuturnya.  Untuk itu kita seantiasa berusaha untuk berbuat kebajikan, Pungkas Walikota.  (an)

 

 

 

 

 

 

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: