10 Orang Tewas Diterjang Banjir di Bengkulu

gambar utama


MOJOKERTO - (GEMA MEDIA) - Indonesia kembali berduka. Kali ini bencana melanda Provinsi Bengkulu. Banjir dan longsor di Provinsi Bengkulu meluas dan merendam sembilan kabupaten dan kota. Jumlah korban baik jiwa dan materiel pun bertambah banyak.

Dikutip dari Antara, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan sembilan kabupaten dan kota yang terendam banjir, adalah Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Lebong, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur.

Sutopo mengatakan hujan deras yang mengguyur seluruh wilayah Bengkulu sejak Jumat (26/4/2019) sore hingga Sabtu (27/4/2019) pagi menyebabkan sungai-sungai meluap sehingga terjadi banjir dan longsor di beberapa tempat.

Menurut Sutopo, saat ini banjir sebagian wilayah sudah nampak surut. Namun banjir masih banyak yang menggenangi permukiman di beberapa wilayah. "Dampak bencana susulan yang mungkin timbul adalah munculnya penyakit kulit dikarenakan minimnya air bersih, gangguan ISPA dan lain-lain. Selain itu longsor dan banjir dapat berpotensi kembali terjadi jika curah hujan tinggi,” kata Sutopo, Minggu (28/4/2019).

Hingga saat ini, data sementara untuk dampak bencana dari kaji cepat yang dilakukan BPBD Provinsi Bengkulu, tercatat 10 orang meninggal dunia, 8 orang hilang, 2 orang luka berat, 2 orang luka ringan, 12.000 orang mengungsi, dan 13.000 jiwa terdampak bencana. Kerusakan fisik akibat banjir dan longsor meliputi 184 rumah rusak, 4 unit fasilitas pendidikan, 40 titik infrastruktur rusak (jalan, jembatan, oprit, gorong-gorong) yang tersebar di 9 kabupaten/kota.

Penanganan darurat bencana terus dilakukan. Gubernur Bengkulu, Rohodin Mersyah telah memerintahkan seluruh jajaran SKPD di Bengkulu agar mengerahkan potensi yang ada di daerah untuk membantu penanganan darurat bencana.

Gubernur Bengkulu telah melaporkan dampak bencana kepada Kepala BNPB Doni Monardo. BNPB telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat untuk mendampingi BPBD dan memberikan bantuan dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat.

"Setiap Kepala daerah yang mana diwilayahnya mengalami bencana, dihimbau segara menetapkan status darurat untuk mempercepat penanganan darurat," pungkasnya. (Ant/Ron/At)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: