SAMBANG KWT SEJATI KEL. BLOOTO KA.DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN AJAK KWT PUNYA PEMIKIRAN KREATIF DAN INOVATIF

gambar utama
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto Drs. R. Happy Dwi Prasetyawan, M.Si beserta Tim mengunjungi KWT Sejati
MOJOKERTO – GEMA MEDIA : Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto,  Jum’at pagi (29/3/2019) melakukan sambang ke Kelompok Wanita Tani (KWT) “ Sejati”   berlokasi di Lingkungan Blooto  Kecamatan Prajurit Kulon .  Hadir dalam acara tersebut Kepala DKPP,  para Kabid, Kasi  di DKP2, Ketua  Pokja 3 Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto,  para penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, Ketua dan anggota KWT Sejati.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto Drs. R. Happy Dwi Prasetyawan, M.Si, dalam sambutannya mengatakan kegiatan sambang KWT pada pagi hari ini mempunyai  maksud dan tujuan adalah sebagai ajang silaturahmi ke pengurus dan anggota KWT Sejati. Dengan sambang KWT ini minimal kita dapat mengetahui perkembangan yang dilakukan oleh kelompok dan mengetahui permasalahan dan kebutuhan dari kelompok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto Drs. R. Happy Dwi Prasetyawan, Msi meninjau kolam lele


R. Happy menambahkan bahwa Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto, mempunyai klinik hewan sehingga bagi masyarakat di Kota Mojokerto apabila mempunyai ayam, kucing dan lain-lain apabila memerlukan bantuan dapat menghubungi dinas DKPP. Dikatakan pula bahwa di lingkungan Blooto sebagian besar masyarakatnya mempunyai usaha alas kaki tetapi tetap mempunyai kesempatan / memperhatikan kegiatan budidaya tanaman, karena kita tahu bahwa dengan adanya banyak tanaman disekitar kita, semakin banyak pula oksigen yang kita hirup dan sangat baik untuk kesehatan.

Dalam acara tersebut R. Happy berharap kepada anggota KWT Sejati kegiatan ini terus dikembangkan dan banyak melahirkan inovasi-inovasi  dan KWT punya pemikiran kreatif terutama pada pengolahan hasil pertanian sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga.

Happy menyampaikan ucapan terima kasih kepada KWT Sejati yang berdiri sejak tanggal 17 Nopember 2015 sampai sekarang masih eksis dan banyak inovasi dari KWT tersebut antara lain jumlah anggota tahun 2015 sebanyak 15 orang tahun 2017 berkembang menjadi 30 orang, pertemuan rutin setiap 2 bulan sekali, tabungan rekreasi setiap bulan Rp.5000,- (lima ribu rupiah), adanya kejujuran dari masing-masing anggota hal tersebut dapat dibuktikan setiap melakukan panen cabe, terong, kangkung dan lain-lain uangnya dimasukkan di kas dan dana yang terkumpul dapat digunakan untuk kepentingan anggota serta untuk pengembangan kelanjutan program KRPL.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto Drs. R. Happy Dwi Prasetyawan, Msi berdialog dengan KWT


kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh Kelompok Wanita Tani Sejati Kelurahan Blooto  yang terdiri dari 4 (empat) kelompok wanita tani, masing-masing kelompok melakukan budidaya  yakni kelompok cabe, kelompok terong, kelompok tanaman toga ( tanaman laos dan kunir putih) dan kelompok budidaya ikan lele.

Dalam kesempatan tersebut R. Happy membuka acara tanya jawab yang disampaikan oleh Ketua KWT Sejati ibu Nur Khod’ifah menyampaikan bahwa untuk kelengkapan kegiatan KRPL masih membutuhkan rak – rak untuk tanaman, benih serta bibit lele untuk dibudidayakan di anggota kelompok serta permasalahan tanaman cabe yang daunnya tidak normal.

Semua pertanyaan telah mendapatkan jawaban mengenai kebutuhan rak oleh R. Happy disarankan, KWT Sejati  untuk membuat surat kepada Dinas DKPP insyaAlloh akan diperhatikan. Sementara Sri Asih, S.Sos, MM, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, menyampaikan bahwa untuk kebutuhan rak tanaman diharapkan membuat usulan lewat Musrenbang Kelurahan. Insya Alloh dengan melalui Musrenbang yang memang kebutuhan untuk masyarakat akan diadopsi oleh OPD terkait.

Ir. Khoirul Anwar Kepala Bidang Pertanian menjelaskan untuk mengatasi tanaman yang daunnya kurang normal antara lain dikarenakan cuaca ekstrim. Solusinya menyemprot tanaman tanpa obat di pagi hari sebelum matahari terbit ( dengan air tawar). Sementara tanaman yang daunnya kurang normal disebabkan waktu pendangiran mengenai akar sehingga akar tanaman putus. Solusinya diupayakan menambah media tanah agar akar tanaman tidak sampai keluar.(yuk).

 

 

 

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: