MENGATASI PENGANGGURAN MELALUI WIRAUSAHA YANG MANDIRI

gambar utama
peserta pelatihan foto bersama setelah praktek kue kering dan kue basah serta masakan catering
MOJOKERTO- GEMA MEDIA : Menindaklanjuti masalah pengurangan angka pengangguran di Kota Mojokerto  Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskoumnaker) Kota Mojokerto Kota  bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Kerja(LPK) Anugrah Kota Mojokerto , melakukan pelatihan pembekalan Wirausaha bagi pencari kerja yang telah berlangsung selama 16 (enam belas) hari mulai tanggal 11 Maret sampai dengan tanggal 28 Maret 2019 hari ini berakhir. Hal tersebut diungkapkan  Srihartini, S.Sos,M.Si, Kepala Seksi Pelatihan Kerja dan Produktivitas, panitia penyelenggara Pelatihan Tata Boga ( Pembuatan Kue) pada kegiatan pendidikan dan pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja     tahun 2019, Kamis (28/3/2019) bertempat di LPK  Anugerah agalan Gg.2 Nomor 11 Kota Mojokerto.

Menurutnya Srihartini  dengan adanya pelatihan tata boga ini dapat mendorong terciptanya wirausaha yang mandiri sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Kota Mojokerto. Peserta  terus  dilatih untuk mandiri karena karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku yang tidak tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugasnya. Sebuah karakter yang harus ditanamkan ketika mulai berwirausaha. Seseorang dikatakan mandiri apabila ia dapat mengetahui keinginan dengan baik dan mengambil keputusan atau bertindak tanpa menunggu arahan pihak lain. Oleh karenanya Srihartini pada akhir pelatihan, masing-masing peserta mendapatkan sertifikat pelatihan  berharap peserta dapat mempraktekkan ilmu yang sudah diberikan oleh Instruktur. harapnya.

Peserta praktek membuat kue pie susu didampingi Martha selaku instruktur dan panitia penyelenggara pelatihan


Srihartini menambahkan tips-tips   untuk memupuk jiwa kewirausahaan yang baik, ada beberapa tips yang harus diperhatikan, antara lain:
1.    Dapat melihat kesempatan dari situasi baik dan buruk untuk dijadikan sebuah peluang usaha dan harus segera berani untuk segera menjalankan peluang tersebut.
2.    Wirausahawan harus pandai mengelola resiko yang terjadi pada saat menjalankan peluang yang ada, sehingga peluang tersebut dapat tetap terjaga dan resiko kerja
dapat ditekan seminimal mungkin.
3.    Wirausahawan harus mampu bangkit, tidak mudah putus asa jika terjadi keterpurukan usaha pada saat mengalami kondisi terburuk, karena setiap jenis usaha pasti
mengalami masa pasang dan surut, baik itu penjualan produk atau jasa. Harus tetap semangat dan bangkit lagi untuk melanjutkan usahanya untuk menjadi lebih baik,
dengan berprinsip bahwa masa depan tergantung pada diri kita sendiri, tidak bergantung pada orang lain.

peserta mengisi pos tes


Instruktur pelatihan tata boga Martha Anugerahani yang telah memiliki sertifikasi profesi. mengatakan kue-kue yang telah dipraktekkan baik  kue kering dan kue basah ditambah juga praktek berbagai masakan catering.  Martha  memperkenalkan satu per satu bahan-bahan kue yang akan dipakai untuk pembuatan kue kering dan kue basah maupun masakan catering.
“ peserta  antusias sekali saat praktek pembuatan. Saya juga senang mengajarkan mereka karena cepat mengerti. Martha berbangga lagi ada 2 peserta yang sudah memulai usaha yakni Diah dari Kelurahan Miji mencoba usaha kue kering dan Reny dari Kelurahan Gunung Gedangan merintis  usaha tahu dan bakso yang telah dipraktekkan seperti yang diharapkan oleh panitia penyelenggara pelatihan. Semoga usahanya  berkembang dan sukses.(yuk).


 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: