KEPALA DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN BUKA BIMTEK BUDIDAYA KAMBING ETAWA

gambar utama
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto Drs. R. Happy Dwi Prasetyawan, M.Si, membuka bimtek
MOJOKERTO – GEMA MEDIA : Selasa, 12 Maret 2019  Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto menggelar acara Bimbingan Teknis Budidaya Kambing Etawa, bertempat ruang pertemuan  DKPP, Jalan Suromulang Kelurahan Surodinawan Kecamatan Prajurit Kulon.   acara tersebut digelar terkait munculnya permasalahan limbah kotoran kambing yang sering menimbulkan bau. Oleh karena itu dalam bimtek ini membahas tentang manajemen pakan dan manajemen limbah kotoran.Kata Drs. Supriyanto Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan DKPP  Ketua Penyelenggara Bimtek.

Drs. Supriyanto Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan DKPP Ketua Penyelenggara Bimtek menyampaikan laporan


Tujuan kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Kambing Etawa diikuti 40 orang  peternak kambing di Kota Mojokerto menurut Supriyanto,  untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternakan dalam manajemen pakan, khususnya dalam pembuatan pakan secara fermentasi, sehingga usaha budidaya ternak dapat mencapai produktivitas yang tinggi dengan tetap memperhatikan factor kesehatan lingkungan. Supriyanto berharap dengan digelarnya bimtek ini usaha peternakan di Kota Mojokerto dapat berkembang, meskipun Kota Mojokerto wilayahnya sempit tetapi tetap dituntut dapat menghasilkan sumber bahan pangan local khususnya bahan pangan asal hewan.

Acara dibuka Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto Drs. R. Happy Dwi Prasetyawan, M.Si, dalam sambutannya sesuai dengan keinginan Pemerintah Kota Mojokerto dengan lahan yang sempit tetapi peternak bisa meningkatkan jumlah populasi ternak, produksi hasil ternak dengan tidak bermasalah, karena selama ini beternak kambing maupun sapi dan ternak lain-lainnya dianggap berbau dan mengganggu lingkungan.

Pembukaan Bimtek


Terkait dengan hal tersebut DKPP mempunyai gagasan mengusulkan bantuan pembuatan spiteng untuk menampung  kotoran kambing, sapi dan sejenisnya selanjutnya dijadikan biogas yang bisa dibuat sebagai bahan bakar (kompor), alat penerangan/listrik. Hal tersebut sudah dicoba di Rumah Potong  Hewan yang ada di Sekar Putih Kelurahan Kedundung Kecamatan Magersari. Semoga gagasan tersebut direstui oleh Walikota Mojokerto Hj.Puspitasari, SE, sehingga dapat diwujudkan percontohan kampung biogas.

Happy menambahkan keberadaan Komunitas Peternak memang sangat perlu oleh karenanya saya berharap setelah acara bimtek ini peternak yang ada di Kota Mojokerto dapat membentuk kelompok peternak untuk memudahkan komunikasi dan pembinaan dan apabila mendapatkan bantuan kambing dari Propinsi kita sudah siap karena ada komitmen para peternak.

peserta bimtek dari peternak Kota Mojokerto


Narasumber Ali Widji dari PT. Hidup Cerah Sejahtera Sidoarjo  yang memang praktisi peternakan kambing etawa juga memiliki optimisme yang besar terhadap berkembangnya ternak kambing ettawa di Kota Mojokerto. Peserta juga diajak praktek cara pembuatan pakan seacara fermentasi serta  memunculkan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan cara pengolahan pakan secara fermentasi dan  pentingnya memilih bibit Kambing Ettawa yang baik dan benar.(yuk).

 

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: