MADIUN, - (GEMA MEDIA) - Banjir melanda Kabupaten Madiun dan beberapa wilayah di sekitarnya. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi tiga hari terakhir, mengakibatkan puluhan Desa di Madiun terendam hingga mencapai 50cm. Dilansir dari detik.com, Hingga hari ini, banjir yang terjadi di Kabupaten Madiun sudah melanda 35 desa di tujuh kecamatan. Seperti data yang ada di Posko Penanganan Banjir di Kecamatan Balerojo.
Gedung Sekolah SD yang terendam banjir-foto dok
Tujuh kecamatan yang dimaksud yakni Pilangkenceng, Saradan, Balerejo, Wungu, Mejayan, Wonoasri dan Madiun. Bupati Madiun H. Ahmad Dawami membenarkan data sementara tersebut. Data yang tertempel di papan informasi posko utama juga menyebutkan jumlah rumah yang terdampak dari 35 desa, mencapai 3.639 rumah. Sedangkan jumlah korban yang mengungsi baik di posko ataupun di rumah warga mencapai 3.518 jiwa.
Sementara itu, dari informasi yang dihimpun awak media, banjir juga melanda jalan tol Ngawi - Kertosono yang mengakibatkan ditutupnya akses jalan khususnya di KM.603+600 sampai dengan 604+000B. Meluapnya Sungai Glonggong karena curah hujan tinggi dan berlangsung hingga tiga jam mulai pukul 22.00 WIB, Selasa (5/2/2019), mengakibatkan genangan air menutupi ruas tol Ngawi-Kertosono.
Di keesokan harinya, genangan air tidak berangsur surut, melainkan bertambah tinggi dan akhirnya menutupi seluruh ruas tol. Ditambah lagi turunnya hujan deras yang mengakibatkan jalur tol tertutup hingga 50cm. Tertutupnya jalur tol Ngawi-Kertosono menyebabkan arus kendaraan dari arah Surabaya menuju Madiun menjadi lumpuh total dan diarahkan melalui gerbang tol Caruban. Hingga saat ini, banjir yang melanda Madiun dan sekitarnya belum terlihat berangsur surut. (Ron/an)