DINKES AJAK FKS DAN FKKS, SIAP MENGHADAPI VERIFIKASI KOTA SEHAT TINGKAT NASIONAL

gambar utama
dari kiri Kasi Kesling, Kadinkes dan Ketua Forum Kota Mojokerto Sehat-foto self
MOJOKERTO- GEMA MEDIA:Kebijakan Pemerintah dalam rangka pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDG’s) yaitu pembangunan berkelanjutan dengan melaksanakan program kota sehat. Yang dimaksud Kota Sehat adalah suatu kondisi kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduknya dengan mengoptimalkan potensi sosial ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan forum masyarakat, yang difasilitasi oleh sektor terkait dan sinkron dengan perencanaan kota.

Dra. Christiana Indah. W, Apt, M.Si Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dalam sambutan pengarahannya pada Pembukaan Pembinaan Forum Kota Sehat dan FKKS Kecamatan tahun 2019, menagatakan bahwa untuk tahun 2019 Kota Mojokerto akan mendapatkan penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional katergori “Wiwerda”. Untuk itu mulai sekarang kita harus mempersiapkan apa saja yang diperlukan dalam penilaian nanti, terutama kita harus mempersiapkan titik-titik nama yang akan dikunjungi oleh tim nanti. Kota Mojokerto dalam tahun 2019 memilih dan melaksanakan 4 (empat) tatanan Kota Sehat, diantaranya : tatanan 1 (satu) kawasan permukiman, sarana dan prasarana sehat, tatanan 2 (dua) yaitu kawasan sarana lalu lintas yang tertib dan pelayanan transportasi, tatanan 8 (delapan) yaitu kehidupan masyarakat yang sehat mandiri dan tatanan 9 (sembilan) yaitu kehidupan sosial yang sehat, untuk Pokja Kelurahan Sehat dapat mengembangkan inovasi-inovasi pada ke 4 (empat) tatanan kawasan yang telah ditentukan, dengan harapan Program Kota Sehat dapat menjadi suatu kebutuhan dari seluruh masyarakat, sehingga dapat terwujud suatu kondisi Kota Mojokerto yang bersih, sehat, aman dan nyaman, serta dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal.

anggota FKS,FKKS sekota Mojokerto-foto self


Menyinggung masalah penyakit Demam Berdarah (DBD) yang saat ini sangat memprihatinkan, Indah berharap agar masyarakat dapat lebih meningkatkan kebersihan lingkungan, baik di dalam rumah maupun di luar rumah, karena nyamuk/jentik-jentik dalam 5 (lima) hari sudah menjadi nyamuk dewasa. Jika dilakukan fogging perlu diperhatikan fogging hanya bisa mematikan nyamuk dewasa, dan untuk jentik-jentik perlu dilakukan pemeriksaan, jangan hanya 1 (satu) minggu, tapi dalam 1 (satu) minggu dua kali. Ada kasus DBD di Kota Mojokerto dapat berdampak pada penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional nanti, untuk itu mari kita bersama meningkatkan kebersihan lingkungan kita dengan kerja bakti, dan bersih-bersih di sekitar rumah kita, bersihkan sisa-sisa fogging jika lingkungan kita di fogging terutama dalam rumah kita, karena fogging menyisakan racun-racun yang menempel pada benda-benda kita dan dilantai-lantai.

peserta pembinaan FKS dan FKKS - foto self


Menurut Dra. Ari Yantini, Apt Kasi Ketahanan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, tujuan dilaksanakan kegiatan untuk mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Kota Sehat, semua Pokja Kelurahan Sehat dapat melakukan pengembangan inovasi-inovasi dalam menghadapi lomba Kota Sehat Tingkat Nasional. Kegiatan dilaksanakan Selasa (19/2/2109) di Ruang Pertemuan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto yang di ikuti oleh FKS, FKKS Kecamatan dan OPD terkait (Bappeko, Kecamatan dan Puskesmas). Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi tentang Penguatan Kelembagaan oleh Riani, SH, M.Si Ketua Kota Sehat dan Ari Tjatur Juda Istinigsih dari Bappeko tentang Persiapan Penilaian Nasional Kota Mojokerto Sehat tahun 2019. (Sef/an).
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: