Simulasi penanganan kerusuhan di saat pemilu-foto ron
MOJOKERTO - (GEMA MEDIA) - Sebagai langkah dan upaya pelaksanaan pemilu yang aman, damai dan sejuk, TNI-Polri terus menguatkan sistem keamanan terpadu dan mengasah kemampuan dengan melakukan simulasi pengamanan pilpres dan pileg. Simulasi dan upacara penutupan latihan pengamanan pemilu pilpres dan pileg digelar di Lapangan Raden Wijaya, Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (9/2/2019). Upacara dipimpin langsung oleh Danrem 082/CPYJ Kol Arm Rully Candrayadi, SH, dan dihadiri oleh jajaran forpimda baik Kota maupun Kabupaten Mojokerto.
Tamu undangan yang hadir dalam acara simulasi pengamanan pemilu-foto ron
Dalam sambutannya, Danrem 082/CPYJ menyampaikan bahwa latihan pengamanan Pileg dan Pilpres wilayah Korem 082/CPYJ yang baru saja dilaksanakan, merupakan salah satu implementasi dari kebijakan pimpinan TNI dalam rangka meningkatkan kemampuan prajurit komando kewilayahan. "Selain itu juga sebagai langkah untuk meningkatkan kapasitas satuan dan sebagai langkah antisipatif agar seluruh personel satuan Komando Kewilayahan, baik TNI-Polri maupun Aparat Pemerintah
Daerah mampu menghadapi perkembangan lingkungan pada pelaksanaan Pemilu mendatang," ungkap Rully, sapaan akrabnya. Latihan simulasi ini, merupakan wahana untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan, serta sebagai sarana evaluasi, khususnya dalam hal penanganan kerusuhan massa.
"Saya berkeyakinan, melalui berbagai materi latihan yang dilaksanakan dalam latihan pengamanan kali ini, akan dapat diperoleh pengalaman dan pengetahuan guna mendukung tugas kita selaku satuan kewilayahan, terutama dalam menghadapi Pemilu 2019 mendatang," paparnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, dengan telah berakhirnya kegiatan latihan ini dirinya selaku Komandan Korem 082/CPYJ dan atas nama pribadi, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada semua unsur yang terlibat, baik penyelenggara maupun seluruh peserta latihan dari jajaran Korem 082/CPYJ, Batalyon Kavaleri 3/Tank Andhaka Cakti dan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina yang telah mendukung kegiatan ini sehingga dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
"Saya berharap, dengan latihan yang konsisten akan terwujud keterpaduan dan keselarasan yang sangat diperlukan untuk menopang pilar keamanan di wilayah. Tak lupa, dengan bersinergi bersama Kepolisian dan semua unsur yang ada di daerah. Inventarisir berbagai hambatan dan kendala yang ditemukan selama pelaksanaan latihan sebagai bahan masukan dan acuan untuk perbaikan latihan di masa yang akan datang," pungkasnya. (Ron/an)