MOJOKERTO - (GEMA MEDIA) - Tri Atmojo lelaki berusia 61 tahun, warga Jalan Sersan Harun 3, Lingkungan Purwotengah RT 01/RW 01, Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto adalah salah satu penerima tanda kehormatan Satya Lancana Kebaktian Sosial tahun 2019 dari Presiden Joko Widodo. Penyerahan penghargaan diterimakan oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla yang sekaligus selaku Ketua Umum PMI di Jakarta pada 26/1/2019.
Pak Tri sapaan akrabnya, menerima tanda kehormatan itu bukan tanpa alasan. Pak Tri adalah Seorang warga yang sudah lebih dari 100 kali mendonasikan darahnya secara sukarela seumur hidupnya. Pada 2019 ini, ia menjadi salah satu pendonor asal Kota Mojokerto yang menerima tanda kehormatan tersebut.
Tri Atmojo bercerita, mulanya ia tak pernah berniat sama sekali untuk donasi darah. Ia pertama kali mendonasikan darahnya tahun 1989 karena salah satu saudara kandungnya sakit dan membutuhkan darah dan saat itulah dia memberanikan diri untuk yang pertama kalinya.
"Waktu itu, saudara sakit parah dan sangat membutuhkan transfusi darah, ada saudara saya perempuan tapi pada saat itu berhalangan jadi tidak bisa mendonorkan darahnya . Jadi, saya terpaksa mendonorkan darah saya supaya tertolong nyawa saudara saya," kata ayah dari 4 anak itu, Jum'at (01/02/2019).
Piagam ke 50 dari provinsi jawa timur-foto jen
Meski tak ada jadwal rutin, Triatmojo tetap mendonasikan darahnya hingga kini usianya menua. Setelah menjadi pendonor darah, ia selalu merasa dirinya sehat. Meski sering mendonasikan darah, Tri Atmojo tak pernah tahu, untuk siapa darah yang didonasikannya. Satu hal yang selalu mendasari sikap Triatmojo, ia mendonasikan darahnya atas nama kemanusiaan.
"Kita tidak tahu masyarakat siapa yang mau kita bantu, tapi ada yang kecelakaan, ada yang melahirkan. Jadi, kita mendonasikan darah itu tidak terpaksa, tapi ikhlas. Kita ndak tahu siapa aja yang akan menerima (darah yang didonasikan)," ucapnya.
Triatmojo berpesan agar generasi muda tak takut untuk mendonasikan darah mereka. Dia meminta generasi muda meneruskan perjuangan para donor darah sebagai pahlawan kemanusiaan yang membantu sesama. Berkah kedermawanannya Triatmojo juga diberangkatkan Umroh oleh PMI pusat Jakarta. "Semua itu tidak disangka-sangka saya mendapatkan undian Umroh saat bersamaan dengan pemeberian Satya Lencana kemarin di Jakarta, yang selama ini menjadi impian saya untuk berangkat ke tanah suci," ungkapnya.
Lelaki pensiunan dari pegawai Lembaga Permasyarakatan Kota Mojokerto ini sebelumnya juga menerima penghargaan pendonor yang ke 25, ke 50 dari PMI.
" Saya akan mendonorkan darah saya hingga darah saya sudah tidak di terima lagi oleh PMI, selagi saya mampu dan bisa untuk donor itu akan terus saya lakukan," paparnya. Jumlah penerima penghargaan seluruhnya 845 orang se-Indonesia, 353 orang diantaranya dari Jawa Timur dan 14 orang dari kota Mojokerto. Kesemuanya mendapatkan penghargaan Satya Lencana itu dan satu buah cincin emas dari PMI pusat. (Jen/An)