Wakil Walikota Mojokerto saat memberikan sambutan dalam kegiatan PSN terintegrasi di Kelurahan Mentikan-foto jen
MOJOKERTO - (GEMA MEDIA) - Demam berdarah menjadi ancaman yang serius di lingkungan Kota Mojokerto. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 60 menit terintegritas terus dan semakin digalakkan. Mengingat serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi bencana nasional yang terus menyerang. PSN sendiri dilakukan untuk mengurangi dan menghambat perkembangbiakan nyamuk berbahaya itu.
Bertempat di Lingkungan Cakar Ayam, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Jum'at (01/02/2019), Kegiatan PSN dipimpin langsung Oleh Wakil Walikota Mojokerto H Achmad Rizal Zakaria beserta Istri, kepala OPD, Kader motivator, Tenaga kesehatan Puskesmas Mentikan.
Wakil walikota berserta isteri didampingi pejabat puskesmas, kader motivator dan kader Bank Sampah melakukan penimbangan sampah warga-foto jen
Selain Memimpin langsung PSN kali Ini Cak Rizal sapaan Wakil Walikota Mojokerto mengecek langsung dan bersosialisasi dengan masyarakat lingkungan Cakar Ayam. Cak Rizal juga melakukan pengecekan rumah warga serta melakakukan komunikasi dengan warga yang sakit. Setelah melakukan rangkaian kegiatan wakil walikota juga melakukan penimbangan sampah warga yang akan di serahkan ke bank sampah untuk pembayaran Pajak.
Dalam sambutannya Cak Rizal menyampaikan kepada Masyarakat untuk terus hidup bersih, menjaga lingkungan rumah, serta menjaga kesehatan karena curah hujan sangat tinggi dan ancaman bencana yang terus terjadi. "Beberapa daerah di Jawa Timur, ada Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD, namun Alhamdulilah di Kota Mojokerto tidak sampai terjadi KLB” kata Cak Rizal.
Curah hujan tinggi, dapat menimbulkan genangan air dan menyebabkan sarang nyamuk aedes aegepty berkembang biak. Terlebh lagi di lingkungan Cakar Ayam Ini terdapat Pasar hewan tempat jual beli terutama jenis ungggas, dan terdapat juga lingkungan sekolah, kantor kelurahan, serta tempat pembuangan sampah sementara. oleh karena itu diharapkan untuk terus menjaga kebersihan lingkungannya. "Rencana kedepan pasar hewan unggas tersebut akan diperbaiki Kualitas dan mutunya dimana tempat tersebut nantinya akan ada tempat pemotongan dan sekaligus pengolahan limbah. Untuk Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), Pemerintah sudah lakukan survey dan akan dilakukan pengolahan sampah sampai habis," lanjutnya
Wakil Walikota mengunjungi rumah warga untuk melihat jentik dan kebersihan lingkungan serta warga yang sakit-foto jen
Untuk itu Pemerintah Kota Mojokerto akan terus berinovasi, tentang pengelolaan sampah yang dapat dikelola dari sumbernya. Mengingat sampah merupakan sumber dari segala penyakit. Kota Mojokerto akan terus berupaya untuk menuju Kota Bebas Sampah (Zero Waste), pungkasnya. (Jen/an)