Banjir Bandang Terjang Maros, 12 Kecamatan Terendam

gambar utama
GEMA MEDIA - Banjir bandang menenggelamkan dua belas kecamatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Senin (21/1/2019) lalu. Bencana ini terjadi pada sore hari sekitar jam 17.00 WITA.







Dari informasi yang dihimpun oleh gema media, banjir bandang terbesar ini menenggelamkan dua belas dari empat belas kecamatan yang berada di Kabupaten Maros, lebih parah dibandingkan dengan banjir bandang yang terjadi pada tahun 2012. Menurut penjelasan Kepala BPBD Kabupaten Maros, Rachmat Bustar, sebelum terjadinya banjir bandang, pihak BMKG sudah memberikan peringatan.







"Sebelum terjadi banjir, sudah ada tanda yaitu blood moon. Jika muncul blood moon, itu pertanda air laut sedang pasang. Selain itu, intensitas hujan dari daerah pegunungan sebelah timur juga sangat tinggi," ungkapnya.Seperti diketahui, bahwa Kabupaten Maros terletak pada dataran rendah. Dibandingkan dengan kabupaten Gowa dan Makasar. Hal ini menjadikan Kabupaten Maros sangat rawan dengan bencana banjir.









"Jam 17.00 waktu setempat, intensitas hujan sangat tinggi yang mengakibatkan air tidak mengalir ke laut karena terjadi pasang juga. Sementara itu, dari dataran tinggi tepatnya di Bendungan Gili-gili juga tidak bisa menampung lagi," imbuhnya.Akhirnya, lanjut Rachmat, pintu bendungan dibuka. Ini dikarenakan debit air di Bendungan Gili-gili juga sudah melewati ambang batas aman. Maka air menumpuk di tengah dan Kabupaten Maros yang terkena dampak paling besar.








Selain hampir seluruh wilayah Kabupaten Maros terdampak banjir, Kabupaten Gowa dan Kota Makasar pun juga terdampak meskipun tidak separah kondisi di Kabupaten Maros. Faktor air laut pasang dan intensitas curah hujan yang sangat tinggi menjadi penyebab utama dari banjir bandang tersebut.Sementara itu, dari pantauan BPBD, kurang lebih 21.200 keluarga menjadi korban banjir bandang dan kerugian materiil masih belum diketahui karena seluruh elemen terkonsentrasi terhadap korban yang perlu diamankan terlebih dahulu."Para korban kita evakuasi, khususnya ibu dan anak.







Untuk kebutuhan baik konsumsi, kesehatan dan peralatan pengobatan, saat ini masih memadahi. Karena pihak pemerintah Kabupaten langsung memberikan bantuan. Selain itu juga dari pihak swasta dan pemerintah kabupaten tetangga juga sudah mengirimkan bantuan," pungkasnya.Hingga saat ini, kondisi di Kabupaten Maros masih dalam statu waspada dan belum sepenuhnya aman. (Ron/AT)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: