Berhasil Pulih Pasca Pandemi Covid-19, Ning Ita Optimis Hadapi Tantangan Ekonomi Global
Kota Mojokerto -Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengungkapkan optimisme tinggi dalam menghadapi dampak isu global terkait kenaikan tarif impor Amerika Serikat yang dikhawatirkan akan berimbas pada sektor ekonomi Indonesia, khususnya Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Mojokerto. Hal ini disampaikan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di sentra IKM Batik Maja Barama Wastra Kota Mojokerto pada Sabtu (5/4) malam.
Ning Ita sapaan akrab wali kota mengajak seluruh peserta untuk berkaca pada sejarah, terutama saat Indonesia melalui masa-masa sulit akibat pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada 2020 hingga 2022.
"Tiga tahun penuh kita dalam kondisi bencana pandemi COVID-19, yang tidak hanya mematikan dari sisi kesehatan, tetapi juga merembet ke sektor ekonomi. Namun, fakta menunjukkan bahwa Indonesia mampu melewati bencana tersebut. Hari ini, kita bisa tersenyum karena kondisi kita semakin membaik," katanya dengan penuh semangat.
Menurut Ning Ita, meskipun saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan besar akibat isu global tarif impor USA, ia yakin bahwa dengan pengalaman dan pembelajaran dari masa pandemi, Indonesia, khususnya Kota Mojokerto, dapat menghadapi tantangan tersebut dengan lebih baik.
"Tiga tahun pandemi bisa kita lalui dengan selamat, maka hari ini kita lebih yakin lagi bahwa kita pasti bisa menghadapi kondisi ini dengan lebih aman. Kita harus terus rumuskan strategi-strategi yang solutif dan kreatif agar tetap mampu bertahan di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi global yang kurang menguntungkan bagi Indonesia," tambahnya.
Sementara, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Mojokerto, Supriyadi KS mengimbau pelaku UMKM setempat melakukan transformasi digital sebagai upaya mengimbangi segmen pasar yang beralih ke arah digital dan meninggalkan model pemasaran konvensional. Menurutnya, kekuatan transformasi digital dalam memacu pertumbuhan ekonomi sangat besar dan dapat dilakukan pada semua jenis usaha.
"Jadi UMKM dapat kita kategorikan, klasifikasikan, sesuai dengan setiap lapis yang ada. Harapan saya semua bisa menang di semua kategori, termasuk pedagang kaki lima," tegasnya. (Humas)
Ning Ita sapaan akrab wali kota mengajak seluruh peserta untuk berkaca pada sejarah, terutama saat Indonesia melalui masa-masa sulit akibat pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada 2020 hingga 2022.
"Tiga tahun penuh kita dalam kondisi bencana pandemi COVID-19, yang tidak hanya mematikan dari sisi kesehatan, tetapi juga merembet ke sektor ekonomi. Namun, fakta menunjukkan bahwa Indonesia mampu melewati bencana tersebut. Hari ini, kita bisa tersenyum karena kondisi kita semakin membaik," katanya dengan penuh semangat.
Menurut Ning Ita, meskipun saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan besar akibat isu global tarif impor USA, ia yakin bahwa dengan pengalaman dan pembelajaran dari masa pandemi, Indonesia, khususnya Kota Mojokerto, dapat menghadapi tantangan tersebut dengan lebih baik.
"Tiga tahun pandemi bisa kita lalui dengan selamat, maka hari ini kita lebih yakin lagi bahwa kita pasti bisa menghadapi kondisi ini dengan lebih aman. Kita harus terus rumuskan strategi-strategi yang solutif dan kreatif agar tetap mampu bertahan di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi global yang kurang menguntungkan bagi Indonesia," tambahnya.
Sementara, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Mojokerto, Supriyadi KS mengimbau pelaku UMKM setempat melakukan transformasi digital sebagai upaya mengimbangi segmen pasar yang beralih ke arah digital dan meninggalkan model pemasaran konvensional. Menurutnya, kekuatan transformasi digital dalam memacu pertumbuhan ekonomi sangat besar dan dapat dilakukan pada semua jenis usaha.
"Jadi UMKM dapat kita kategorikan, klasifikasikan, sesuai dengan setiap lapis yang ada. Harapan saya semua bisa menang di semua kategori, termasuk pedagang kaki lima," tegasnya. (Humas)

