Ning Ita saat menyerahkan bantuan dana hibah untuk Masjid Al Hidayah, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magersari-dok humas
KOTA MOJOKERTO - Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. Selama tujuh tahun terakhir, sosok yang akrab disapa Ning Ita ini rutin menggelar Safari Ramadan dengan melaksanakan salat Subuh, Ashar, hingga Tarawih secara bergantian di berbagai lingkungan Kota Mojokerto.
Hal ini disampaikannya saat melaksanakan Safari Ramadan salat Ashar berjamaah di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magersari, Kamis (6/3/2025). Dalam kesempatan ini, Ning Ita hadir bersama Wakil Wali Kota Cak Sandi, Sekretaris Daerah, serta jajaran asisten, kepala OPD, camat, dan lurah setempat.
Menurut Ning Ita, Safari Ramadan bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam hal keimanan dan ketakwaan. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Ini sudah menjadi agenda rutin saya setiap tahun, dan tahun ini memasuki tahun ketujuh. Bahkan pada 2024 lalu, meskipun saya sudah tidak menjabat sebagai Wali Kota saat itu, saya tetap berkeliling melaksanakan salat Magrib dan Tarawih dari satu masjid ke masjid lain di Kota Mojokerto,” ungkapnya.
Bersama wawali cak Sandi Ning Ita menghadiri safari salat asar di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magersari-dok.humas
Memasuki 10 hari terakhir Ramadan, Ning Ita juga melaksanakan Qiyamul Lail, salat Subuh, serta sahur bersama masyarakat di masjid atau musala yang berbeda-beda.
“Ramadan adalah bulan terbaik di antara 12 bulan yang Allah ciptakan. Saya berharap dapat terus meningkatkan kapasitas diri dalam hal keimanan dan ketakwaan. Melalui Safari Ramadan ini, saya juga bisa bersilaturahmi langsung dengan masyarakat dan mempererat ukhuwah dengan warga Kota Mojokerto,” tambahnya.
Pada kesempatan ini, Ning Ita turut menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp40 juta untuk Masjid Al Hidayah, serta sejumlah paket makanan bergizi, seperti kurma, susu, dan kue kering.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan sarana melihat kondisi masyarakat secara langsung, Safari Ramadan juga dimanfaatkan Ning Ita untuk menyosialisasikan berbagai program pembangunan Kota Mojokerto.
Di periode kedua kepemimpinannya, Ning Ita mengusung lima misi pembangunan yang disebut Panca Cita, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan sosial dan budaya, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, integrasi tata kelola pemerintahan, serta pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Kelima misi tersebut sejalan dengan program nasional Asta Cita yang diusung Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.(humas/an)