Hindari Praktek Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat dalam PBJ, Pemkot Mojokerto Gelar Workshop

gambar utama
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan sambutan dalamw Workshop Larangan Praktek Monipoli dan Persaingan Tidak Sehat dalam PBJ,-jen
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA: Pemkot Mojokerto menggelar Workshop Larangan Praktek Monopoli dan Usaha Tidak Sehat dalam Pengadaan Barang/ Jasa (PBJ) di Ruang Sabha Mandala Madya, Kantor Pemkot Mojokerto, Senin (19/12).



Workshop yang diselenggarakan melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa(PBJ) ini diikuti oleh Pejabat Pembuat Komitmen(PPK), Pokja (Kelompok Kerja), dan Pejabat Pengadaan di lingkungan Pemkot Mojokerto.



Dengan mengahdirkan narasumber dari DPD Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) Jawa Timur, Sanusi Burhanudin, forum ini diharapkan dapat meningkatkn kapasitas para pejabat yang berkaitan dengan PBJ.



"Sehingga proses pengadaan barang dan jasa di tahun 2023 nanti bisa berjalan lebih baik dan outputnya bisa kita capai 100 persen sesuai dengan harapan," ungkap Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari sekaligus membuka workshop.



Pada workshop ini, peserta mendapat penekanan materi terkait upaya pengadaan barang/jasa yang bersaing secara sehat. Yaitu dengan menerapkan prinsip-prinsip, antara lain: (1) efisien, (2) efektif, (3) terbuka dan bersaing, (4) transparan, (5) adil/tidak diskriminatif, dan (6) akuntabel.


Para peserta workshop terdiri dari PPK, Pola, dan Pejabat Pengadaan di lingkungan Pemkot Mojokerto. -Jen



Selain itu, juga membahas perihal komitmen pemerintah dearah dalam penganggaran PBJ yang diprioritaskan kepada UMKM lokal, sebagaimana juga diamanatkan oleh pemerintah pusat.



"Bagaiman Potensi UMKM di Kota Mojokerto yang sangat besar ini untuk terus diberikan pendampingan, agar mereka bisa memahami bagaimana menjadi penyedia atau rekanan bagi Pemkot Mojokerto," tutur Ika Puspitasari. (EL/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: