Wali Kota Mojokerto berikan arahan saat Orientasi Lapangan Pelatihan bagi Kader Motivator Kesehatan Kecamatan Magersari - Zan
Banyuwangi-GEMA MEDIA: Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan bahwa predikat Kota Sehat bukan sekedar penghargaan tetapi lebih kepada sebagai alat ukur tingkat kesehatan suatu daerah.
"Kota sehat bukan hanya sekedar penghargaan tetapi alat yang digunakan untuk mengukur tingkat kesehatan sebuah daerah. Sejauh mana sebuah daerah sehat masyarakatnya dan juga sehat lingkungan tempattinggalnya," kata Wali Kota Ika Puspitasari saat Orientasi Lapangan Pelatihan bagi Kader Motivator Kesehatan Kecamatan Magersari di Grand Watu Dodol, Banyuwangi pada Selasa (6/12).
Ketua umum Forum Kota Mojokerto Sehat Supriyadi Karima Saiful memberikan sambutan -Zan
Pada kesempatan ini Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut juga menyampaikan bahwa agar Kota Mojokerto dapat meraih Kota Sehat Wistara semua indikator yang ada dalam Kota Sehat harus bisa dengan optimal.
"Saya berharap 1.625 kader se-Kota Mojokerto, dengan lurah sebagai koordinatornya dapat diarahkan untuk mengoptimalkan indikator mana yang belum tercapai secara maksimal," harap Ning Ita.
Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan bahwa fokus utama para kader motivator pada tahun 2023 mendatang adalah untuk mewujudkan Kota Mojokerto Sehat.
"Tahun 2023 panjenengan fokusnya tidak lagi pada PSN tapi pada gerakan untuk bersama-sama untuk mewujudkan Kota Mojokerto Sehat," terang Ning Ita.
Pada Orientasi Lapangan Pelatihan Kader Motivator Kesehatan, Ketua Forum Banyuwangi Sehat, Sukarjo turut berbagi pengalaman dalam progres pencapaian Kota Sehat di Kabupaten Banyuwangi.
Selain itu Ketua Forum Kota Mojokerto Sehat, Supriadi Karima Saiful bersama Ning Ita membagikan doorprize untuk para kader motivator.
Sebagai informasi Orientasi Lapangan Pelatihan Kader Motivator Kesehatan akan dilakukan secara bergantian menurut kecamatan kemasing-masing. Serta dihadiri oleh seluruh camat dan lurah.(law)