Pemkot Mojokerto Salurkan 2.010 STB TV Digital Gratis Ke Warga Miskin
Kota Mojokerto - GEMA MEDIA : Pemerintah Kota Mojokerto menyalurkan sebanyak 2.010 Set Top Box (STB) kepada warga miskin. Pembagian ini menyusul kebijakan migrasi saluran TV analog ke digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto, Santi Ratnaning Tias mengatakan, penyaluran STB gratis telah dilakukan sejak Jumat (25/11) lalu.
Pihaknya mengaku Pemkot Mojokerto hanya membantu mendistribusikan alat. Sebab, data penerimanya sudah ditentukan oleh pemerintah pusat.

"Data penerimanya sudah dari pemerintah pusat, kami hanya membantu mendistribusikan saja," ujarnya, Senin (28/11).
Santi menjelaskan bahwa STB TV Digital gratis hanya diberikan kepada rumah tangga miskin yang masuk dalam data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
"Jadi data dari pusat konfirmasi ke daerah, apakah benar warga tersebut masuk kedalam kategori rumah tangga miskin extrame," imbuhnya.
Diketahui, per pukul 00.00 tadi malam, sebanyak 331 STB TV Digital telah tersalurkan kepada warga miskin yang tersebar di 18 Kelurahan se-Kota Mojokerto.
"Setiap kecamatan sudah ada koordinatornya, dan setiap kelurahan memiliki tim pelaksana yang bertugas menyalurkan STB door to door ke rumah warga," terangnya.
Seperti diketahui, pada 2 November 2022 lalu, Kemenkominfo RI telah melakukan penghentian siaran TV Analog secara serentak. Namun baru di wilayah Jabodetabek saja.
Secara bertahap penghentian siaran TV Analog tersebut akan dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia.
Melalui TV digital, masyarakat akan mendapat manfaat berupa kualitas siaran gambar dengan resolusi tinggi dan suara yang lebih jernih. (Dit)
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto, Santi Ratnaning Tias mengatakan, penyaluran STB gratis telah dilakukan sejak Jumat (25/11) lalu.
Pihaknya mengaku Pemkot Mojokerto hanya membantu mendistribusikan alat. Sebab, data penerimanya sudah ditentukan oleh pemerintah pusat.

"Data penerimanya sudah dari pemerintah pusat, kami hanya membantu mendistribusikan saja," ujarnya, Senin (28/11).
Santi menjelaskan bahwa STB TV Digital gratis hanya diberikan kepada rumah tangga miskin yang masuk dalam data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
"Jadi data dari pusat konfirmasi ke daerah, apakah benar warga tersebut masuk kedalam kategori rumah tangga miskin extrame," imbuhnya.
Diketahui, per pukul 00.00 tadi malam, sebanyak 331 STB TV Digital telah tersalurkan kepada warga miskin yang tersebar di 18 Kelurahan se-Kota Mojokerto.
"Setiap kecamatan sudah ada koordinatornya, dan setiap kelurahan memiliki tim pelaksana yang bertugas menyalurkan STB door to door ke rumah warga," terangnya.
Seperti diketahui, pada 2 November 2022 lalu, Kemenkominfo RI telah melakukan penghentian siaran TV Analog secara serentak. Namun baru di wilayah Jabodetabek saja.
Secara bertahap penghentian siaran TV Analog tersebut akan dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia.
Melalui TV digital, masyarakat akan mendapat manfaat berupa kualitas siaran gambar dengan resolusi tinggi dan suara yang lebih jernih. (Dit)

