Satu Rumah Satu Sarjana, Pemkot Mojokerto - Baznas Gandeng STIT Raden Wijaya Berikan Beasiswa

gambar utama
Wali Kota Mojokerto saat menghadiri rapat terbuka STIT Raden Wijaya-yor
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA: Pemkot Mojokerto melalui Baznas Kota Mojokerto menggandeng STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah) Raden Wijaya Mojokerto untuk memberikan beasiswa pendidikan kepada mahasiswa berprestasi atau tidak mampu warga Kota Mojokerto. Sejak awal semester tahun ini terdapat 15 warga Kota Mojokerto tercatat sebagai mahasiswa aktif penerima beasiswa hingga lulus."Ini bukti bahwa pemkot Mojokerto akan senantiasa hadir dalam rangka memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Mojokerto," ujar Wali Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menghadiri rapat senat terbuka STIT Raden Wijaya Mojokerto, Sabtu (15/10).Pemberian beasiswa tersebut merupakan wujud program Satu Rumah Satu Sarjana. Tidak hanya STIT Raden Wijaya, Pemkot Mojokerto juga bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Kota Mojokerto lainnya.Selain itu, pemberian beasiswa juga dilakukan Pemkot melalui Disporapar (Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata). Di tahun 2022, tercatat 268 beasiswa mahasiswa berprestasi diberikan kepada warga Kota Mojokerto yang berkuliah di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Wali Kota Mojokerto saat memberikan sambutan pengarahan-yor


Pada acara wisuda yang berlangsung di convention hall Hotel Raden Wijaya Kota Mojokerto pagi ini, Wali Kota juga berpesan kepada 46 wisudawan sarjana pendidikan. Ke depan mereka diharapkan dapat menjadi pendidik yang bertanggung jawab.

Ning Ita saat menghadiri wisuda STIT Raden Wijaya dan berswafoto bersama wisudawan -Yor


"Karena ilmu yang anda semua dapatkan harus mampu tersampaikan kepada anak didik, yang kedepannya tentu diharapkan ilmu tersebut dapat membawa manfaat dan kebaikan bagi seluruh masyarakat," tegas sosok yang akrab disapa Ning Ita.Mengingat, peserta didik merupakan bagian dari calon generasi bangsa. Sehingga sangat penting untuk memastikan mereka tumbuh sebagai sumber daya berkualitas, demi mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045. (EL/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: