Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Mojokerto Hadiri Sosialisasi Pendataan Anggota Muslimat NU dan ToT NDTS

gambar utama
Wali Kota Mojokerto pimpinan cabang Muslimat NU Kota Mojokerto diantara para pemimpin di Jawa Timur, foto dok.
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA: Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Mojokerto sekaligus Wali kota Ika Puspitasari menghadiri Sosialisasi Pendataan Anggota Muslimat NU dan Training of Trainer (TOT) Nahdlatul Tujjar Digital Syariah (NDTS), Minggu (2/10).



Acara yang berlangsung di Aula Sasana Praja BPSDM Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya ini digelar oleh Pimpinan Pusat Muslimat NU. Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan pengurus PC Muslimat NU se-jawa Timur ini bertujuan untuk merespon hadirnya era digitalisasi.



"Menghadapi era industri 4.0 dan society 5.0, Muslimat NU juga mesti harus mengikuti digitalisasi," ujar Ketua PW Muslimat NU Jatim Nyai Hj Masruroh Wahid.

Lebih lanjut, pihaknya juga menyebut jika upaya yang dilakukan saat ini juga merupakan bagian menjalankan perintah Al Qur'an. Sebagaimana disebut dalam surat at Taubah ayat 20, bahwa selain berkomitmen Iman kepada Allah, umat Islam juga diperintahkan untuk mengikuti perubahan, tidak stagnan, menuju ke arah lebih baik.



Pimpinan wilayah Muslimat NU Jawa Timur dan unsur pimpinan NU Jawa Timur dalam agenda sosialisasi Pendataan Anggota Muslimat NU dan ToT NDTS, foto dok



Sehingga sosok yang disapa Nyai Masruroh Wahid ini meminta agar para pengurus Muslimat NU tidak membatasi diri terhadap perkembangan teknologi. Terlebih jelas, keberadaan dua pilot project ini demi kemaslahatan umat.



Mengingat selama ini pendataan anggota Muslimat NU masih konvensional. Melalui pengembangan aplikasi E-Muslimat, diharapkan data anggota Muslim NU dapat tersimpan secara digital, lebih rapi, aman dan menjadi big data yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal.



Sementara untuk NTDS atau Dompet Digital Muslimat NU merupakan program layanan yang mendorong anggota Muslimat NU melek keuangan digital berbasis Syariah.



"Jangan dikira urusan keuangan cuma urusan dunia. Tidak. Misalnya, dari NDTS nanti kita bisa lebih mudah untuk shodaqoh. Ini tentu menambah peluang kita untuk beramal shalih," lanjut Nyai Masruroh.



Demi menyukseskan kedua pilot project tersebut, Muslimat NU menggandeng berbagai pihak. Untuk pendataan digital, Muslimat NU bermitra dengan DesktopIP adalah penyedia layanan Cloud Computing (komputasi awan) berdaya saing internasional buah karya anak bangsa.



Berikutnya pada penyelenggaraan Dompet Digital Muslimat NU atau NDTS, Muslimat NU bekerja sama dengan platform LinkAja Syariah. (EL/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: