POKJA KELURAHAN SENTANAN SEHAT SIAP DUKUNG KOTA SEHAT

gambar utama
foto bersama lurah, FKS, FKKS, dan Pokja Kelurahan Sehat-foto sugeng
MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Kota Mojokerto sehat sudah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat pada tingkat  Swastisaba Padapa tahun 2017.  Hal ini tidak lepas  dukungan semua pihak utamanya adalah peran serta masyarakat ditingkat Kelurahan. Sebagai langkah aktualisasi kegiatan tersebut Pokja Kelurahan Sentanan sehat telah merapatkan barisan dengan seluruh anggota untuk melaksanakan koordinasi dan singkronisasi dalam menyusun Program Kerja Pokja.

Muanang ketua Pokja Kelurahan Sentanan Sehat menyampaikan bahwa, sesungguhnya pokja sudah melaksanakan kegiatan sesuai dengan tatanan kota sehat yang ada.  Namun kelemahannya selama ini belum sempat ditertibkan administrasinya.  Oleh karena itu kedepan akan segera menyusun program kerja secara tertulis dan sekaligus sebagai dokumen kegiatan.  “Program kerja kami sesuaikan dengan kondisi masyarakat sentanan” katanya.

Diakui oleh Muanang, bahwa Kelurahan Sentanan masih tertinggal dengan Kelurahan lain, namun Ia yakin berkat kerjasama dengan semua pihak, maka ketinggaalan itu akan dikejar. Mengingat di sentanan juga mempunyai potensi yang tidak dimiliki oleh Kelurahan lain.  Contohnya adalah pengusaha kue.  Semua pertokoan besar, kue di Mojokerto ini yang dijual adalah produk masyarakat sentanan. Sangat dimungkinkan jika sentanan dapat mengembangkan usaha dibidang perekonomian dengan usaha kue yang sehat dan ekonomis.

Sementara itu Lurah Sentanan Bambang Cahyono, SE menegaskan, pokja Kelurahan Sentanan sehat segera bangkit untuk meningkatkan kiprahnya dalam membantu Pemerintah Kota Mojokerto dalam mewujudkan Kota Sehat.  Ide munculnya pertemuan di Aula Kelurahan ini juga atas motivasi dari Lurah, hasil tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya Pojka di Trawas bersama FKKS Kecamatan Kranggan.  “Sebagai lurah saya sangat mendukung apa yang direncanakan oleh anggota Pokja” tegasnya.

Sharing bersama tentang Kota Mojokereto sehat oleh FKS, FKKS, Pokja dan Lurah-foto sugeng


Riani, SH,M.Si Ketua Forum Kota Sehat juga hadir bersama Erni anggota forum pada tatanan delapan, menyampaikan bahwa, untuk membuat program kerja tidak perlu terlalu muluk-muluk, akan tetapi dapat terukur realisasinya nanti.  Uraian kegiatan jangan sampaimeninggalkan tatanan, kalaupun ada bersifat saling mendukung.

Tahun ini ada 4 (empat) tatanan yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Mojokerto pada penilaian tingkat nasional tahun 2019.  Setelah Kota Mojokerto tahun 2018 ini lolos verifikasi tingkat Provinsi Jawa Timur kategori Wiwerda.  Keempat tatanan yang dimaksud adalah Tatanan satu, Kawasan Permukiman dan sarana prasarana umum. Tatanan dua, kawasan tertib lalu lintas. Tatanan delapan, kehidupan sosial sehat mandiri dan tatanan sembilan, kehidupan sosial yang sehat. Dari semua itu hal yang tidak boleh dilewatkan adalah kelembagaan. Sebelum melihat lapangan, maka tim menilai terlebih dahulu dokumen kelembagaan dan kegiatan tatanan yang diusulkan. (ri)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: