Marak Kasus Hepatitis Akut, Ning Ita: Jangan Panik, Tetap Waspada
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA: Pemerintah Kota Mojokerto menghimbau seluruh masyarakat agar tidak panik terhadap kasus Hepatitis Akut yang sejak akhir April lalu mulai merebak di tanah air.
"Tolong jangan panik, namun tetap waspada. Saya minta tetap jaga kebersihan dan pola hidup yang sehat," tegas Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat mengunjungi RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, Jumat (6/5/2022).
Sejumlah wilayah di Indonesia sudah terdeteksi adanya dugaan kasus tersebut. Di Jatim sendiri, berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) per 4 Mei 2022, tercatat 114 kasus terduga Hepatitis Akut yang tersebar di sejumlah kab/kota.
Dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan nomor HK.02.02/C/2515/2022, yang dikeluarkan 27 April 2022 lalu itu, disebutkan bahwa kasus ini belum diketahui pasti etiologi/ penyebabnya. Namun, yang jelas, virus penyebab Hepatitis varian baru ini utamanya menyerang saluran pernafasan dan pencernaan.
Sehingga saat ini, langkah awal pencegahan yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta memiliki pola hidup yang sehat. Misalnya, sering cuci tangan dengan sabun, makan makanan matang yang bersih dan sehat, menjaga jarak, serta menghindari menggunakan fasilitas atau barang yang digunakan secara umum.
Lebih lanjut, jika ditemui gejala yang mengarah pada kasus tersebut, Wali Kota meminta masyarakat agar segera menuju ke faskes terdekat. "Segera datang saja ke fasilitas pelayanan kesehatan. RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo buka 24 jam, atau juga bisa ke puskesmas di lingkungan terdekat, supaya bisa segera ditangani oleh tenaga kesehatan," ungkap sosok yang akrab disapa Ning Ita ini.
Hal senada juga diungkapkan oleh dr. Hesti Puspasari, Sp.A. Ia berharap agar orang tua memahami gejala awal penyakit Hepatitis yang banyak menyerang anak-anak terutama di bawah usia lima tahun ini.
Ia menyebutkan secara umum gejala awal penyakit Hepatitis Akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Berikutnya, gejala berat di antaranya seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat.
"Jangan sampai anak mengalami kejang atau bahkan tidak sadar. Ketika sudah muncul beberapa tanda-tanda ringan tadi, jangan panik dan segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," ungkap dokter spesialis anak sekaligus Wakil Direktur Pelayanan dan Pendidikan di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo itu (6/5).
Ia menambahkan, jika sudah masuk gejala berat dan terlambat mendapatkan penanganan medis, maka kesempatan menyelamatkan nyawa pasien pun semakin kecil. (EL/an)
"Tolong jangan panik, namun tetap waspada. Saya minta tetap jaga kebersihan dan pola hidup yang sehat," tegas Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat mengunjungi RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, Jumat (6/5/2022).
Sejumlah wilayah di Indonesia sudah terdeteksi adanya dugaan kasus tersebut. Di Jatim sendiri, berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) per 4 Mei 2022, tercatat 114 kasus terduga Hepatitis Akut yang tersebar di sejumlah kab/kota.
Dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan nomor HK.02.02/C/2515/2022, yang dikeluarkan 27 April 2022 lalu itu, disebutkan bahwa kasus ini belum diketahui pasti etiologi/ penyebabnya. Namun, yang jelas, virus penyebab Hepatitis varian baru ini utamanya menyerang saluran pernafasan dan pencernaan.
Sehingga saat ini, langkah awal pencegahan yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta memiliki pola hidup yang sehat. Misalnya, sering cuci tangan dengan sabun, makan makanan matang yang bersih dan sehat, menjaga jarak, serta menghindari menggunakan fasilitas atau barang yang digunakan secara umum.
Lebih lanjut, jika ditemui gejala yang mengarah pada kasus tersebut, Wali Kota meminta masyarakat agar segera menuju ke faskes terdekat. "Segera datang saja ke fasilitas pelayanan kesehatan. RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo buka 24 jam, atau juga bisa ke puskesmas di lingkungan terdekat, supaya bisa segera ditangani oleh tenaga kesehatan," ungkap sosok yang akrab disapa Ning Ita ini.
Hal senada juga diungkapkan oleh dr. Hesti Puspasari, Sp.A. Ia berharap agar orang tua memahami gejala awal penyakit Hepatitis yang banyak menyerang anak-anak terutama di bawah usia lima tahun ini.
Ia menyebutkan secara umum gejala awal penyakit Hepatitis Akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Berikutnya, gejala berat di antaranya seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat.
"Jangan sampai anak mengalami kejang atau bahkan tidak sadar. Ketika sudah muncul beberapa tanda-tanda ringan tadi, jangan panik dan segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," ungkap dokter spesialis anak sekaligus Wakil Direktur Pelayanan dan Pendidikan di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo itu (6/5).
Ia menambahkan, jika sudah masuk gejala berat dan terlambat mendapatkan penanganan medis, maka kesempatan menyelamatkan nyawa pasien pun semakin kecil. (EL/an)

