Riza Wahyuni Narasumber saat memberikan paparan-an
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA: Trend kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Mojokerto 2 tahun terakhir ini cenderung menurun. Namun demikian upaya pencegahan terus dilakukan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DinsosP3A). Strategi yang dilakukan diantaranya melibatkan surveyor, Tenaga kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) serta kader motivator ksehatan yang ada di wilayah kelurahan
Menurut Choirul Anwar kepala DinsosP3A, keterlibatan mereka itu adalah bagian dari pilar sosial pada Dinsos. Sehingga dapat lebih mudah melihat adanya permasalahan yang ada di masyarakat termasuk adanya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Berdasarkan data yang ada di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), kasus yang ditangangi 2 tahun terakhir ini menurun. ”Jumlah kasus kekeraasan yang di tangani P2TP2A pada tahun 2020 sebanyak 27 kasus dengan rincian kasus anak sebanyak 13 dan kasus perempuan sebanyak 14. Sedangkan tahun 2021 sebanyak 21 kasus dengan rincian kasus anak 13, kasus perempuan 11”,terangnya.Jenis kasus meliputi pelecehan seksual, KDRT, prostitusi online, kekerasan fisik, penelantaran, perebutan hak asuh anak, ada penurunan 6 kasus. dari kanan : Riza Wahyuni (narsumber), Choirul Anwar (Kadinsos P3A dan Karnadi (Kabid PPA- dok
Anwar berharap melalui surveyor dan kader sosial lainnya diharapkan, dapat melaporkan kasus kekerasan yang ditemui di lapangan untuk di sampaikan ke P2TP2A guna mendapatkan pendampingan dan pelayanan sesuai dengan kasus yg ada. “Dengan adanya kerjasama berbagai pihak untuk penanganan kasus kekerasan, di harapkan berpengaruh positif pada penurunan angka kekerasan tehadap perempuan dan anak,”tandasnya.Semua peserta dapat lebih berpartisipasi dan berperan sehingga perempuan dan anak di Kota Mojokerto dapat terlindungi dari kasus kekerasan.
Sosialisasi yang digelar pada Kamis 17/3 kali ini menghadirkan narasumber Riza Wahyuni Praktisi psikologi sekaligus Direktur psikolog klinis forensik dan juga satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jawa Timur. Turut serta mendampingi Karnadi Kepala bidang PPA pada Dinsos P3A, (an)