Pangkas Mekanisme Seleksi Atlet, Disporapar Kota Mojokerto Kembangkan SATER
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA: Proses seleksi atlet sebelum dikirim untuk mengikuti sebuah ajang lomba seringkali justru memakan tenaga, waktu, dan anggaran. Hal tersebut kemudian menjadi salah satu alasan Disporapar Kota Mojokero untuk mengembangkan sebuah aplikasi data base atlet bernama SATER (Smart Athlete Rank).
“Kami sepakat untuk membuat aplikasi dengan sistem tertentu, yang menyediakan data base semua atlet secara umum dan atlet yang telah berprestasi tiap cabor (cabang olahraga). Jadi, ketika ada event apappun, level apapun, butuh atlet berapa, tinggal lihat disitu”, ujar Novi Rahardjo selaku kepala dinas saat ditemui langsung, Senin (14/3/2022) kemarin.
Dengan demikian, berbagai sumber daya yang dimiliki –waktu, tenaga, anggaran, dapat dimanfaatkan lebih efisien, dapat dimaksimalkan untuk memperkuat atlet yang memang sudah pasti akan dikirim. Hal tersebut tentu berbeda ketika masih perlu dilakukan seleksi di tahap awal untuk menentukan calon atlet yang akan dikirimkan.
“Selain memangkas mekanisme, keberadaan data base seperti itu juga memberikan jaminan stake holder bahwa atlet yang dikirim adalah yang terbaik,” ungkap Novi.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa data dalam aplikasi tersebut nantinya akan dinamis. Apabila seorang atlet memenangkan kejuaraan, ia akan mendapatkan poin tambahan. Sementara bagi yang telah berpartisipasi, namun tidak menang, tetap akan mendapat poin apresiasi atas keikutsertaannya. Jadi, siapa saja berkemungkinan untuk dikirim lomba, asal memang memiliki track record yang baik.
Novi juga menegaskan bahwa, “Datanya real time, dan tidak bisa dimanipulasi”. Mengingat pendataan akan berbasis NIK dan berdasarkan sertifikat/ bukti penghargaan lainnya yang telah divalidasi dan bisa dipertanggungjawabkan.
Aplikasi tersebut tidak membatasi data, apakah atlet berasal dari umum (cabor) ataupun pelajar. Semua atlet, baik yang sudah pernah mengikuti lompa maupun belum, namun sudah termasuk dalam pendataan dari cabor dan guru olahraga akan muncul dalam aplikasi.
Begitu pula terkait dengan rentang usia atlet. Baik SMP, SMA, atau bahkan kuliah, jika masih berstatus atlet tetap dapat didaftarkan dalam data base aplikasi tersebut. (EL/an)
“Kami sepakat untuk membuat aplikasi dengan sistem tertentu, yang menyediakan data base semua atlet secara umum dan atlet yang telah berprestasi tiap cabor (cabang olahraga). Jadi, ketika ada event apappun, level apapun, butuh atlet berapa, tinggal lihat disitu”, ujar Novi Rahardjo selaku kepala dinas saat ditemui langsung, Senin (14/3/2022) kemarin.
Dengan demikian, berbagai sumber daya yang dimiliki –waktu, tenaga, anggaran, dapat dimanfaatkan lebih efisien, dapat dimaksimalkan untuk memperkuat atlet yang memang sudah pasti akan dikirim. Hal tersebut tentu berbeda ketika masih perlu dilakukan seleksi di tahap awal untuk menentukan calon atlet yang akan dikirimkan.
“Selain memangkas mekanisme, keberadaan data base seperti itu juga memberikan jaminan stake holder bahwa atlet yang dikirim adalah yang terbaik,” ungkap Novi.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa data dalam aplikasi tersebut nantinya akan dinamis. Apabila seorang atlet memenangkan kejuaraan, ia akan mendapatkan poin tambahan. Sementara bagi yang telah berpartisipasi, namun tidak menang, tetap akan mendapat poin apresiasi atas keikutsertaannya. Jadi, siapa saja berkemungkinan untuk dikirim lomba, asal memang memiliki track record yang baik.
Novi juga menegaskan bahwa, “Datanya real time, dan tidak bisa dimanipulasi”. Mengingat pendataan akan berbasis NIK dan berdasarkan sertifikat/ bukti penghargaan lainnya yang telah divalidasi dan bisa dipertanggungjawabkan.
Aplikasi tersebut tidak membatasi data, apakah atlet berasal dari umum (cabor) ataupun pelajar. Semua atlet, baik yang sudah pernah mengikuti lompa maupun belum, namun sudah termasuk dalam pendataan dari cabor dan guru olahraga akan muncul dalam aplikasi.
Begitu pula terkait dengan rentang usia atlet. Baik SMP, SMA, atau bahkan kuliah, jika masih berstatus atlet tetap dapat didaftarkan dalam data base aplikasi tersebut. (EL/an)

