Gubernur Jatim Akan Bawa Tanah dan Air dari Bumi Mojopahit Ke IKN Nusantara

gambar utama
Gubernur Jatim didambingi Bupati/Walikota Mojokerto mengambil air dari Bumi Mojopahit untuk IKN Nusantara
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Bupati Mojokero Ikfina Fahmawati menggelar prosesi adat pengambilan air dan tanah dari Situs Sumur Upas – Kedaton dan Situs Kumitir yang berlokasi di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Sabtu (12/3). Nantinya, air dan tanah yang diambil dari Bumi Mojopahit ini akan disatukan dengan air dan tanah dari 34 Provinsi se-Indonesia di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur.

Selain air Gubernur Jawa Timur juga mengambil tanah dari bumi Majapahit-dit


Dikatakan Gubernur Khofifah, nama Nusantara sebagai calon IKN dinilai memiliki keterikatan yang kuat dengan Kerajaan Mojopahit jika dilihat dari sejarah. Kata Nusantara tertulis dalam naskah Empu Prapanca di buku Negara Kertagama adalah bagian dari Sumpah Palapa yang diikrarkan oleh Mahapatih Gajah Mada, bahwa Nusa artinya Pulau dan Antara artinya diluar, yang diterjemahkan pulau - pulau yang banyak akan dipersatukan oleh Kerajaan Mojopahit.
"Saya sudah berkoordinasi dengan Ibu Wali Kota Mojokerto, Ibu Bupati Mojokerto, Budayawan, Tokoh Adat, Sejarahwan termasuk dengan Cendekiawan baik dari Unair maupun ITS sehingga kita bisa membawa air dan tanah dari Bumi Mojopahit ke IKN," ujar Khofifah. Air dan tanah yang diambil dari tujuh sumber di Bumi Mojopahit diharapkan menjadi bagian dari kontribusi Jawa Timur untuk IKN Nusantara, mengingat nama Nusantara yang sudah ditentukan Presiden Joko Widodo ada didalam Sumpah Palapa yang diikrarkan Mahapatih Gajah Mada.
Tujuh sumber mata air dari Jawa Timur yang akan dibawa ke IKN Nusantara yakni Sumber Brantas, Sumber Jolotundo, Sumber Tetek Candi Belahan, Sumber Beji, Sumber Kedaton, Sumber Randugenengan, dan Sumber Panguripan. Sementara tanah yang diambil yakni dari Istana Barat Kedaton dan Istana Timur Kumiter. (dit/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: