MKNU Angkatan 45, Ning Ita: Muslimat Kota Mojokerto Harus Bersinergi untuk Tranformasi Digital

gambar utama
Ning Ita menyerahkan paket untuk mencegah Covid-19, secara simbolis kepada peserta MKNU-Jen
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA :Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan penuh semangat mengikuti Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) yang digelar oleh Muslimat NU Kota Mojokerto selama tiga hari berturut-turut, Jum’at-Ahad (11-13/2/22).di Hall lantai 4 Mall Pelayanan Publik Gajah Mada.

 

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita Ita ini menyampaikan bahwa seiring percepatan transformasi digital, muslimat tentu perlu menyesuaikan diri dan bersinergi dengan Badan Otonom (Banom) NU yang lain. “Muslimat sebagai organisasi dengan jumlah anggotanya yang cukup besar namun kita tahu bahwa anggota ini jamiyahnya adalah kategori lansia yang usianya sudah generasi boomers, nah maka disini kalau muslimat bergerak sendirian saya kira akan sulit untu beradaptasi. Maka kita perlu bersinergi dengan merangkul Banom NU yang secara generasi itu berada dibawahnya muslimat seperti Fatayat dan  IPPNU,”jelas Ning Ita di saat jeda materi  pada Sabtu (13/2). Ia menambahkan bahwa sinergi ini bisa dilakukan dengan merekrut anggota fatayat  yang mungkin sudah terlalu lama dan secara usia sudah berada diatas 25 tahun ke dalam struktural muslimat. Sehingga ke depan bisa merealisasikan apa yang menjadi panca harokahnya NU.

Salah satu Narasumber saat memberikan materi kepada forum MKNU-Jen


Foto bersama usai menyerahkan bantuan-Jen


Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan bahwa Muslimat NU Kota Mojokerto mempunyai tantangan tersendiri dalam berdakwah di era transformasi digital. “Karena kita ketahui wilayah perkotaan itu memang lebih heterogen dibandingkan dengan pedesaan sehingga ini menjadi satu tantangan tersendiri bagi muslimat Nahdlatul Ulama Kota Mojokerto untuk bisa berjuang lebih keras lagi bagaimana mengadopsi metode-metode dakwah dengan mengarah kepada digitalisasi karena kelompok-kelompok sebelah ini sudah bertransformasi ke arah sana dalam rangka berdakwah menyebarluaskan ajaran mereka.”tegasnya.

 

“Kita tidak boleh ketinggalan agar generasi yang kategori milenial ini juga tetap berpegang teguh kepada ajaran Aswaja an-nahdliyah seperti para leluhurnya, orang tuanya, mbah - mbahnya, tidak terbawa dan tergoda oleh aliran-aliran lain yang sekarang banyak bergerak secara masif dengan metode dakwah yang menggunakan digitalisasi,”kata Ning Ita.

Sebagai kader muslimat, dengan adanya MKNU ini Ning Ita berharap dapat memberikan pemahaman terkait penguatan Aswaja an-nahdliyah dalam rangka menyebarluaskan dakwah Aswaja an-nahdliyah juga bagaimana mengelola organisasi ini ke depan supaya menjadi organisasi yang mampu menjadi penguat basis Aswaja an-nahdliyah yang ada di Kota Mojokerto.

 

Bagi Ning Ita, keikutsertaanya dalam MKNU hingga tuntas adalah bentuk komitmennya sebagai kader muslimat “Ini penting sekali bagi saya secara pribadi untuk berkomitmen mengikuti pendidikan pendidikan terkait ke Aswaja Aswaja an-nahdliyah dalam rangka menguatkan peran saya pribadi selaku pengurus dalam pimpinan cabang muslimat NU,”pungkasnya.

Pada hari terakhir MKNU ini selain mendapatkan materi, para peserta juga mengikuti muhasabah dan pemba’iatan oleh Wakil Syuriah PWNU Jatim KH. Anwar Iskandar. Serta penyerahan pin MKNU sebagai bukti kelulusan dalam kaderisasi ini. (Na)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: