Pegawai Pemkot Mojokerto saat mendengarkan arahan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terkait SAKIP. (Foto-Fauzan)
Mojokerto - Gemamedia - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengawal langsung evaluasi dan pendampingan peningkatan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) bagi 25 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Mojokerto, Kamis (23/12/2021).
Sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut bahkan turut serta secara penuh dalam forum yang berlangsung selama 3 jam di ruang Sabha Mandala Madya Pemerintah Kota Mojokerto itu.
Kehadirannya merupakan bentuk komitmen serius dalam upaya meningkatkan SAKIP Pemkot Mojokerto.
Pegawai Pemkot Mojokerto saat mendengarkan arahan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terkait SAKIP. (Foto-Fauzan)
"Saya ingin memastikan masing-masing OPD hadir dan mengikuti secara penuh kegiatan ini. Tujuannya agar seluruh pejabat tertinggi di tiap OPD bisa paham apa itu SAKIP," ujarnya.
Upaya serius Pemkot Mojokerto juga ditunjukkan dengan mengundang langsung Andy Kurniawan untuk memberikan paparan terkait strategi percepatan SAKIP dan reformasi birokrasi. Ia merupakan akademisi sekaligus peneliti dari
Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya Malang yang telah sukses mendampingi enam daerah lain di Jawa Timur meraih predikat A.
"Saya melihat keseriusan dari pemkot Mojokerto, terutama bu Wali. Saya harap komitmen yang kuat ini juga dimiliki OPD. Sehingga ada sinergitas untuk berbenah bersama,” ungkap Andy.
Hal serupa juga ditekankan oleh Ning Ita. Menurutnya, perlu bagi tiap OPD untuk menundukkan ego sektoral, agar dapat bersinergi melangkah bersama.
"Mari fokus pada program prioritas yang ada. Agar kesuksesan yang ada nantinya bukan hanya milik opd tertentu, melainkan benar-benar kesuksesan Pemkot Mojokerto,” ujarnya.
Ia meyakini, membuat loncatan prestasi dalam SAKIP sangat mungkin diwujudkan. Mengingat hal demikian terbukti pernah terjadi. Misalnya pada raihan KI Awards beberapa waktu lalu, yang semula berpredikat D namun kemudian melasat menjadi A dalam kurun waktu satu tahun.
Wali Kota Mojokerto Memberikan arahan kepada para pegawai di lingkungan Pemkot Mojokerto terkait Sakip. (Foto-Fauzan)
"Saya yakin kita mampu dan bisa. Kuncinya bapak-ibu harus fokus, mau keluar dari zona nyaman, dan sungguh-sungguh mengupayakan peningkatan SAKIP,” tegasnya.
Dari forum hari ini, pihaknya berharap dapat menemukan akar permasalahan sesungguhnya. Sehingga kemudian dapat dirumuskan solusi yang sistematis dan berkelanjutan; tidak perlu trial and error. Ia bahkan tidak ragu menargetkan minimal BB untuk predikat SAKIP di tahun berikutnya.
Perlu diketahui, SAKIP merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan. SAKIP dapat digunakan untuk mengukur setiap pembangunan atau kinerja yang dilakukan OPD. Serta sebagai tolak ukur untuk mempertanggungjawabkan anggaran yang telah digunakan untuk pembangunan daerah. Penilaian SAKIP dilakukan secara nasional oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).
Sebagai informasi, dalam forum yang diselenggarakan oleh Bagian Organisasi tersebut Ning Ita juga didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo. (EL/Jen)