Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Reformasi Birokrasi

gambar utama
Ning Ita saat memberikan pembinaan terhadap ASN dan Non ASN-zan
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA:Pembinaan Kinerja dan Disiplin Pegawai, baik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non ASN oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari masih terus berlanjut. Rabu (15/12/2021), menjadi giliran bagi empat Organisasi Perangkat  Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mendapatkan pembinaan langsung dari sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut.

ASN dan Non ASN di empat OPD yaitu Dinas P dan K, DPUPRPRKP, Dinkes PPKB, Setdakot-zan


Sejumlah OPD tersebut antara lain, Dinas Pekerjaan Umum , Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan  Kawasan Permukiman  (DPUPRPRKP)), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes dan PP KB), Sekretariat Daerah (Setda), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K). Kegiatan dilaksanakan secara bergantian di Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto.   Dalam setiap forum tersebut, Ning Ita menekankan pentingnya reformasi birokrasi dalam budaya kerja pegawai di Pemkot Mojokerto.

"Saya ingin benar-benar ada reformasi birokrasi di dalam budaya kerja kita, demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik", ujar Ning Ita.

Walikota bersama Sekdakot, dan Para Assisten-zan


Selain menerapkan core values “BerAKHLAK" (berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif), sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 5 Tahun 2014, pihaknya juga telah menetapkan empat Perwali baru tentang Kepegawaian khusus bagi pegawai lingkungan Pemkot Mojokerto. Perwali tersebut mengatur lebih lanjut perihal manajemen talenta, manajemen kinerja, proses pengisian JPT Pratama, serta pola karier.

"Melalui Perwali yang sudah ditetapkan di tahun 2021 ini, harapannya bisa membuat sistem manajemen kerja yang lebih baik", ungkapnya. Sehingga ia meminta kepada setiap pihak yang hadir untuk berkomitmen menjalankan peraturan yang ada sehinga tujuan yang diharapkan dapat terwujud.

"Seperti saya membuat jargon 'Maju Melangkah Ayo Berbenah', tentu itu bukan sekadar jargon untuk saya sendiri. Tapi semua harus benar-benar bisa memaknai dan menerapkan jargon tersebut", pungkasnya.

Dalam setiap forum pembinaan tersebut, Wali Kota Mojokerto didampingi oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Muhammad Imron, selaku penanggung jawab teknis kegiatan. (EL/an)

 

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: