Kota Mojokerto-GEMA MEDIA: Kota Di tengah keterbatasan lahan yang dimiliki Kota Mojokerto, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari optimis jika warga bisa jadi pengusaha sukses lewat budidaya perikanan.
“Saya juga menyadari, lahan kita ini sempit, sumber daya alam kita juga tidak banyak. Tapi kalau untuk budidaya perikanan saya rasa masih sangat memungkinkan”, ungkap Ning Ita, Kamis pagi (25/11/2021) di Pendopo Kecamatan Prajuritkulon.
Walikota Mojokerto memberikan pengarahan kepada para peserta-zan
Sebagaimana diketahui bahwa dewasa ini, budidaya perikanan tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Kolam-kolam ikan juga tidak harus dibuat permanen dengan semen, beton, atau sejenisnya, melainkan bisa dengan terpal, ember, bak, atau bahkan drum bekas.
Yang terpenting adalah ilmu dan pemahaman terkait hal tersebut. Menyadari hal itu, Pemkot Mojokerto melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) mengadakan program Inkubasi Wirausaha Bidang Perikanan.
Melalui program pemberdayaan masyarakat tersebut, diharapkan warga Kota Mojokerto dapat memiliki kemandirian ekonomi, terutama akibat pandemi Covid-19. Yang apabila dilihat lebih luas, upaya tersebut juga akan membantu pemulihan perekonomian di Kota Mojokerto.
Selain memberikan pelatihan, bentuk dukungan Pemkot Mojokerto lainnya adalah dengan memberikan bantuan permodalan serta sarana dan prasarana.
para peserta pelatihan inkubasi wirausaha-zan
“Bantuan pendanaan untuk modal masyarakat nanti segera didistribusikan, sebisa mungkin dipercepat. Saya tidak mau jika ada mekanisme yang terlalu sulit”, pesan Ning Ita kepada Dinas terkait, Camat Prajuritkulon dan para Lurah di lingkungan kecamatan tersebut.
Selain itu, Ning Ita juga mengupayakan agar ikan hasil budidaya nantinya dapat dipasarkan melalui 14 E-Warung yang tersebar di 18 Kelurahan se-Kota Mojokerto. “Saya ingin sistemnya dari warga, kembali ke warga”, sebut Ning Ita.
Pada pelatihan budidaya perikanan tersebut mengahadirkan narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto, Malik Ridwan dengan diikuti oleh 18 kelompok dari 128 rumah tangga (ruta). Jenis ikan yang dibudidayakan yaitu ikan air tawar, seperti lele, nila, gurame, dan sebagainya.
Sebagai informasi, Pemkot Mojokerto juga akan mengadakan inkubasi wirausaha untuk bidang peternakan dan pertanian pada Senin-Selasa (29-30/11) mendatang. (EL/an)